Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Sulsel Lanjutkan Kerja Sama Boarding School dengan Turki

Kamis 15 Jan 2015 15:39 WIB

Rep: debbie sutrisno/ Red: Taufik Rachman

Calon Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo memberikan hak suara di TPS 001 SD Mangkura, Kel, Sawerigading, Makassar, Sulsel, Selasa (22/1).

Calon Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo memberikan hak suara di TPS 001 SD Mangkura, Kel, Sawerigading, Makassar, Sulsel, Selasa (22/1).

Foto: Antara/Dewi Fajriani

REPUBLIKA.CO.ID,MAKASSAR -- Sempat terhenti dalam melakukan pembangunan sekolah bertaraf internasional, pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawasi Selatan (Sulsel) kembali melanjutkan kerjasama dengan Boarding School dari Turki.

Vice Chairman Pacific Countries Economic Solidarity Association (Pasiad) Indonesia Husyein Kan menuturkan, pihaknya kali ini kembali dipanggil Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Dalam pertemuan tersebut Huseyin menyebutkan, Pemprov Sulsel akan lebih serius menggarap kerja sama dalam pendirian sekolah ini.

"Insyaallah beberapa bulan lagi kita akan melakukan penandatanganan perjanjian dengan Pemprov Sulsel," ungkap Huseyin usai melakukan perbincangan di kantor Gubernur, Kamis (15/1).

Sekolah Pasiad sendiri, lanjut Huseyin, bisa disebut sebagai salah satu sekolah bertaraf internasional terbaik. Hal ini karena Pasaid menerapkan cara belajar mengajar dengan menggabungkan sains, pengembangan karakter, serta akhlak. Bahkan Pasaid lebih mengutamakan karakter dan akhlak di atas sains.

Sementara Plt Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan Salam Soba menuturkan, Pemrov telah menyiapkan lahan di kawasan Bili Bili, Kabupaten Gowa seluas lima hektar untuk pembangunan sekolah ini. Pasalnya dalam bentuk kerja sama tersebut, boarding school dari Turki ini hanya akan menyediakan barang pelengkap sekolah. "Untuk biaya sekolah siswa, nanti mereka (Pasiad) yang akan menanggung semua," ungkap Salam.

Rencananya Pasiad akan mendirikan Sekolah Menengah Atas (SMA) terlebih dahulu. Siswa yang akan mengisi sekolah tersebut terdiri dari 100 siswa yang diseleksi oleh Pasaid sediri dan dibagi menjadi lima kelas, dan terus bertahap. Sedangkan untuk guru pengajar, Pasaid akan mengambil dari Turki. Tapi Pasaid juga akan memanfaatkan guru sekitar untuk memaksimalkan belajar mengajar.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA