Thursday, 14 Rajab 1440 / 21 March 2019

Thursday, 14 Rajab 1440 / 21 March 2019

Menristekdikti Dorong Mahasiswa Ciptakan Bisnis Startup

Rabu 20 Feb 2019 03:55 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristek Dikti), M Nasir saat menghadiri Paparan Capaian 4 Tahun Kinerja Kemenristekdikti, di gedung Prof Soedharto, kampus Universitas Diponegoro (Undip), Tembalang, Kota Semarang, Jumat (30/11).

Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristek Dikti), M Nasir saat menghadiri Paparan Capaian 4 Tahun Kinerja Kemenristekdikti, di gedung Prof Soedharto, kampus Universitas Diponegoro (Undip), Tembalang, Kota Semarang, Jumat (30/11).

Foto: Republika/Bowo Pribadi
Pada 2018 total ada 956 startup dan tahun ini ditargetkan seribu startup.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA— Pemerintah menargetkan seribuan "startup" (perusahaan rintisan) baru akan bermunculan pada 2019. 

Hal tersebut disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat meresmikan Gedung Fakultas Ilmu Komputer (FIK) dan Laboratorium Pertanian di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur di Surabaya, Selasa (19/2).

Baca Juga

"Pada 2018 total ada 956 startup, harapannya pada 2019 akan lebih dari seribu. Itu target Presiden Joko Widodo. 'Startup' diharapkan muncul dari mahasiswa, dosen dan juga masyarakat," ujar Menristekdikti.  

Nasir menyontohkan, salah satu startup yang bisa dikembangkan mahasiswa atau dosen adalah sistem pengawetan makanan tanpa bahan kimia.

Ia berharap, FIK UPN Veteran Jatim menjadi embrio pendekatan di bidang teknologi informasi, seperti halnya "artificial intelligence" (AI), selain "cloud computing", big data dan teknologi cerdas yang juga bisa dikembangkan.

"Oleh karena itu, FIK adalah embrio yang menghasilkan industri untuk startup," katanya.

Menurut Nasir, dua gedung baru yang diresmikan di UPN Veteran Jatim juga selaras dengan program Presiden Joko Widodo pada 2019 yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia, seperti peningkatan infrastruktur, mahasiswa dan juga dosen. 

Untuk tercapainya target Presiden Jokowi, lanjut Nasir, ke depan mahasiswa akan didorong untuk dilibatkan dalam proses penelitian dan pengabdian masyarakat, khususnya penelitian yang bisa menghasilkan inovasi. 

Nantinya, ide bisa dari dosen, sementara mahasiswa diajak kolaborasi dalam praktik atau uji lapangan, sehingga mahasiswa bisa menghasilkan tugas akhir, sedangkan dosen menghasilkan publikasi dan inovasi.

"Mahasiswa bisa mendapatkan keahlian dalam bidangnya sesuai dengan ilmu yang digeluti," katanya.

Rektor UPN Veteran Jatim Prof Dr Akhmad Fauzi mengatakan gedung baru terdiri 24 ruangan dan dilengkapi sejumlah fasilitas itu dapat menjadi pengembangan teknologi informasi.  

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA