Minggu, 19 Jumadil Akhir 1440 / 24 Februari 2019

Minggu, 19 Jumadil Akhir 1440 / 24 Februari 2019

Pertama di PTS, UII Resmikan Program Magister Kimia

Rabu 23 Jan 2019 16:06 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih

UII meresmikan program studi Magister Kimia.

UII meresmikan program studi Magister Kimia.

Foto: republika/wahyu suryana
Saat ini baru ada 18 Magister Kimia di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Universitas Islam Indonesia (UII) meresmikan Program Magister Kimia. Program untuk S2 ini menjadi yang pertama dihadirkan perguruan tinggi swasta di Indonesia.

Rektor UII, Fathul Wahid mengatakan, program ini jadi satu dari sangat sedikit Magister Kimia di Indonesia. Setidaknya, dengan ini baru ada 18 Magister Kimia di Indonesia.

Sebanyak, 17 perguruan tinggi yang sudah memiliki Magister Kimia di Indonesia saat ini merupakan perguruan tinggi negeri (PTN). Karenanya, Fathul bersyukur, UII bisa menjadi pionir pendirian Magister Kimia di PTS.

"Kami berharap program ini bisa membantu meningkatkan manfaat kepada bangsa karena masih terbatasnya pendidikan Magister Kimia di PTS," kata Fathul di Auditorium FMIPA UII, Rabu (23/1).

Sayangnya, jumlah 18 itu terbilang sangat sedikit dibandingkan kebutuhan bidang kimia yang luar biasa banyak kini. Menurut Fathul, hari ini tidak ada satupun yang tidak lepas dari kimia.

Bahkan, untuk pangan, hampir semua makanan yang diproduksi hari ini memiliki kandungan kimia. Walaupun, pastinya, kandungan kimia di makanan itu pasti ada yang buatan ada pula yang alami.

"Kita berharap kehadiran Magister Kimia UII ini menambah amunisi meningkatkan ilmu pengetahuan bidang kimia di Indonesia," ujar Fathul.

Dekan FMIPA UII, Riyanto menuturkan, Magister Kimia menjadi prodi ketujuh yang ada di FMIPA UII. Sebelumnya, sudah ada S1 Statistik, S1 Kimia, S1 Farmasi, Profesi, D3 Analisis Kimia dan S1 Pendidikan Kimia.

Yang membanggakan, UII menjadi pionir untuk Magister Kimia di lingkup PTS. Belum lagi, data Forlap Dikti per Januari 2019, di Indonesia baru terdapat 54 program studi magister bidang kimia.

Setelah ini, ia merencanakan menghadirkan lagi Program Magister untuk Prodi Statistik dan Farmasi. Riyanto bersyukur, S1 Kimia UII sendiri sudah miliki sertifikat akreditasi dari The Royal Society of Chemistry (RSC).

"Kita unggul bidang pengembangan essential oil, Magister Kimia UII penekanannya riset dan pengembangan minyak atsiri dan produk-produk turunannya, keunggulan Indonesia yang sangat berpengaruh atas perkembangan perekonomian," kata Riyanto.

Poster Tabel Periodik Tertua yang Dibuat 1885 Ditemukan

UII telah pula memiliki fasilitas lab terpadu lengkap. Itu akan membantu tiga konsentrasi UII yaitu pengembangan minyak atsiri, material dan elektrokimia energi serta lingkungan dan isolasi dan sintesis nonatsiri untuk kesehatan dan pangan.

Mulai AAS, GC, GC-MS, HPLC, Spektrofotometer UV Vis dan FTIR. Menurut Riyanto, harga faslitas itu masing-masingnya bahkan lebih dari Rp 1 miliar, yang memang sangat jarang dimiliki perguruan tinggi Indonesia.

"Kita bisa bersaing dengan magister-magister lain dan akan melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi khusus," ujar Riyanto.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA