Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Indonesia Bisa Jadi Model Demokrasi Islam

Kamis 17 Jan 2019 22:55 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

Peluncuran buku dan seminar Peran dan Kontribusi Muhammadiyah dan NU dalam Perdamaian dan Demokrasi di Ruang Mulitmedia Universitas Gadjah Mada (UGM).

Peluncuran buku dan seminar Peran dan Kontribusi Muhammadiyah dan NU dalam Perdamaian dan Demokrasi di Ruang Mulitmedia Universitas Gadjah Mada (UGM).

Foto: Wahyu Suryana.
Melalui Islam masyarakat Indonesia bisa hidup secara damai, guyub, dan rukun.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta meluncurkan buku Dua Menyemai Damai. Buku itu berisi peran besar organisasi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) mewujudkan demokrasi dan perdamaian.

Rektor UGM, Panut Mulyono, memberikan apresiasinya kepada para peneliti PSKP. Sebab, ia menilai, Muhammadiyah dan NU memang merupakan dua ormas Islam yang sudah tidak diragukan lagi kiprahnya mewujudkan perdamaian.

Hal itu sudah sejak lama dibuktikan dengan jumlah massa yang luar biasa besar, tapi mampu memanfaatkan itu untuk mewarnai kemerdekaan Indonesia. Keduanya, dianggap telah menggambarkan Islam selaras dengan demokrasi.

"Dan menunjukkan Islam memang harus berjalan sebagai rahmatan lil alamin," kata Panut, saat membuka peluncuran buku Dua Menyemai Damai di Ruang Multimedia Gedung Pusat UGM, Kamis (17/1).

Ia merasa, melalui Islam masyarakat Indonesia bisa hidup secara damai, guyub, rukun, dan bisa memahami pluralitas dalam koridor persatuan. Panut berpendapat, narasi itu saat ini sedikit terkoyak.

Sebagian besar, koyakan itu terjadi karena pemahaman yang datang dari luar, seolah Islam tidak sinkron dengan perdamaian. Narasi turut menggambarkan pemeluk agama Islam sulit mengimplementasikan prinsip demokrasi.

Untuk itu, Panut berpendapat, buku ini diharapkan memberikan pemahaman tentang Islam. Tentunya, pemahaman yang selalu bisa bertemu sistem ketatanegaraan, dan demokrasi yang ternyata bisa dilaksanakan.

Panut merasa, narasi seperti itu yang seharusnya terus didukung, dikuatkan, dan didistribusikan ke seluruh dunia. Ia berharap, Indonesia yang bisa menyebarluaskan narasi sebenarnya tersebut tentang Islam.

"Berharap Indonesia bisa menjadi model Islam demokratis dan damai," ujar Panut.

Ia turut berharap, Muhammadiyah dan NU, organisasi massa Islam terbesar dunia, juga mampu memperkuat dalam perjuangan mewujudkan perdamaian. Serta, menjadi teladan bagaimana organisasi Islam dapat berperan mewujudkan perdamaian dunia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA