Rabu, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 Desember 2018

Rabu, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 Desember 2018

Masalah Sosial Kian Kompleks, Kampus Diminta Buka Prodi CSR

Jumat 07 Des 2018 10:12 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Esthi Maharani

Kampus Universitas Trisakti di Jakarta.

Kampus Universitas Trisakti di Jakarta.

Foto: hendiqu.blogspot.com
Prodi di bidang CSR hanya ada di Universitas Trisakti saja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Perkembangan bisnis sosial di Indonesia diprediksi akan terus meningkat dari tahun ke tahun, seiring masalah sosialnya yang semakin kompleks. Untuk itu, program studi (prodi) tentang Corporate Sosial Responsibility (CSR) dinilai penting dibuka di kampus-kampus Indonesia. Terlebih kini, prodi di bidang CSR hanya ada di Universitas Trisakti saja.

“Bisnis sosial tumbuh di indonesia karena di sini masih komplikasi banget masalah sosialnya,” kata Praktisi CSR Jalal, pada kegiatan Center for Entrepreneurship, Change and Third Sector (CECT) Universitas Trisakti di Jakarta, Kamis (6/12) malam.

Jalal mengungkapkan, beberapa tahun ke belakang tren bisnis sosial atau CSR sudah cukup baik. Ditinjau dari banyaknya mahasiswa pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) di beberapa perguruan tinggi memilih isu CSR sebagai masalah utama yang akan diangkat dalam tesisnya.

“Di Fisip tesis bisnis sosial itu sudah banyak. Namun kebanyakan kampus kebingungan ketika mahasiswa ingin membuat tesis soal CSR, karena pakarnya dikit,” jelas dia.

Sementara itu, pendiri prodi Magister Manajemen bidang Suistainability dan Community Enterprise Univeristas Trisakti Maria R Nindita mengakui, minat mahasiswa pasca sarjana dibidang CSR di Universitas Trisakti tidak terlalu banyak. Setiap tahunnya, mahasiswanya terhitung hanya belasan.

“Yang daftar sebenarnya bisa sampe 20 orang lebih ya, tapi kebanyakan mereka minta beasiswa full. Kami kan tidak bisa begitu, jadi kami seleksi kembali menjadi hanya belasan,” kata Maria.

Kebanyakan yang mendaftar pada program magister bidang Suistainability dan Community Enterprise adalah orang-orang yang aktif di berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berusaha menyelesaikan masalah sosial dengan melakukan bisnis.

Dia pun berharap, nantinya akan semakin bermunculan prodi-prodi baru dibidang CSR di perguruan tinggi lainnya. Sehingga ke depan pakar CSR semakin banyak, dan lulusan prodi bidang CSR itu juga bisa menjawab kebutuhan ataupun masalah sosial di Indonesia.

“Dan sebagai pioneer dalam menjalankan ide Suistainable Faculty, sekaranglah saatnya Universitas Trisakti menjadi pionerr dalam mewujudkan suistainable kampus di Indonesia,” ungkap Maria.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA