Minggu, 9 Rabiul Akhir 1440 / 16 Desember 2018

Minggu, 9 Rabiul Akhir 1440 / 16 Desember 2018

JK: Perguruan Tinggi Harus Terlibat Revolusi Industri 4.0

Sabtu 17 Nov 2018 19:52 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Esthi Maharani

Orasi ilmiah Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla pada Sidang Terbuka Senat Universitas Islam Bandung (Unisba) dalam rangka Milad ke-60 Unisba, di Aula Unisba, Kota Bandung, Sabtu (17/11).

Orasi ilmiah Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla pada Sidang Terbuka Senat Universitas Islam Bandung (Unisba) dalam rangka Milad ke-60 Unisba, di Aula Unisba, Kota Bandung, Sabtu (17/11).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Revolusi Industri 4.0 menuntut pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) hadir menyampaikan orasi ilmiah dalam rangka Milad ke-60 Universitas Islam Bandung (Unisba) di Aula Unisba, Sabtu (17/11). Dalam orasinya ini, Jusuf Kalla menekankan pentingnya keterlibatan dunia pendidikan yaitu perguruan tinggi dalam Revolusi Industri 4.0.

Turut hadir dalam acara tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Rektor Unisba Edi Setiadi, Ketua Yayasan Unisba Miftah Faridl dan semua civitas akademika Unisba.

JK menilai, revolusi Industri 4.0 menuntut pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena, apabila Indonesia tidak meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologinya maka bangsa ini akan jauh tertinggal oleh bangsa lain.

"Apa Revolusi Industri ke-4? Yaitu kita bisa memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Wapres.

Menurut JK, apabila kita tidak mengejar dan tidak ikut serta dalam percaturan ekonomi dengan ilmu pengetahun itu, maka Indonesia akan tertinggal. "Universitas harus menjadi pelopor dalam kemajuan industri dan ilmu pengetahuan ini," tegasnya.

Dunia ini, kata dia, akan menjadi revolusi industri 4.0 yakni, menggunakan ilmu pengetahuan robot. Revolusi industri I ada mesin uap. Industri kedua mass industri. Ketiga, ditemukan komputer dan internet.

"Keempat revolusi industri saat ini. Pertanian kita, masih banyak daerah yang mencangkul. Pertanian kita, belum banyak yang pakai mesin," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES