Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Kemenristekdikti Berikan Penghargaan Diktendik Berprestasi

Selasa 30 Okt 2018 16:47 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Esthi Maharani

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Profesor Dr Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D.

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Profesor Dr Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D.

Foto: Dompet Dhuafa
Penghargaan tersebut bentuk apresiasi kepada para dosen dan tenaga kependidikan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memberikan penghargaan kepada insan-insan pendidik dan tenaga kependidikan (Diktendik) berprestasi tahun 2018. Acara tahunan ini merupakan yang ke-15 kali diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada para dosen dan tenaga kependidikan yang telah berdedikasi melaksanakan Tri Darma pendidikan tinggi.

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti mengatakan, terdapat tujuh penghargaan yang diberikan. Dua penghargaan diberikan kepada dosen, yakni dosen bidang sains dan teknologi (saintek). Sedangkan lima penghargaan lainnya dianugerahkan kepada tenaga kependidikan, meliputi pranata laboratoriun pendidikan, pustakawan, arsiparis, pengelola keuangan, dan administrasi akademik berprestasi.

"Jumlah peserta yang mendaftar pada tahun ini mencapai 265 orang. Dari jumlah tersebut telah diseleksi menjadi 66 orang finalis, dan mereka semua hadir di sini untuk kembali menunjukkan prestasi-prestasi yang diunggulkan dari masing-masing perguruan tinggi asal," ujar Ghufron melalui pesan tertulis, Selasa (30/10).

Ghufron menjelaskan, keberadaan tenaga kependidikan seringkali minim apresiasi sehingga mereka tidak dapat menunjukkan potensinya secara optimal. Namun, kini Kemenristekdikti memberikan kesempatan beasiswa bagi para tenaga kependidikan untuk melanjutkan studi S-2 dan S-3 ke luar negeri untuk meningkatkan kapasitas dan komptensinya.

"Jadi saya harap dengan adanya penghargaan ini layanan dan pengelolaan perguruan tinggi semakin baik," kata Ghufron.

Sementara itu Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengungkapkan, keberadaan dosen dan tenaga kependidikan sangat mempengaruhi mutu sebuah perguruan tinggi. Untuk itu, saat ini Kemenristekdikti sedang mendorong peningkatan kualifikasi pendidikan, baik bagi para dosen maupun tenaga kependidikan.

"Bagi para dosen kita mendorong mereka untuk menulis publikasi internasional. Sedangkan bagi para tenaga kependidikan, perlu untuk mengikuti perkembangan teknologi di pendidikan era revolusi industri 4.0 saat ini," ungkap Nasir.

Dia menambahkan, Kemenristekdikti memiliki sejumlah terobosan untuk meningkatkan jumlah Doktor, bahkan menggandeng generasi millennials untuk menjadi seorang dosen. Salah satunya, melalui program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) yang kini telah melahirkan dosen-dosen muda, serta 261 publikasi internasional dari peserta batch I dan batch II.

"Capaiannya sungguh luar biasa, ada yang bisa menghasilkan delapan publikasi internasional. Kami juga melihat bahwa para dosen berprestasi saat ini banyak yang berasal dari generasi muda," terang dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES