Senin, 15 Ramadhan 1440 / 20 Mei 2019

Senin, 15 Ramadhan 1440 / 20 Mei 2019

Permintaan Layanan Cloud Computing di Indonesia Tumbuh Pesat

Jumat 19 Okt 2018 13:07 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

Saat ini permintaan layanan cloud computing di Indonesia tumbuh sangat pesat.

Saat ini permintaan layanan cloud computing di Indonesia tumbuh sangat pesat.

Foto: Foto: Arie Lukihardianti
Saat ini, banyak perusahaan di Indonesia yang menggunakan cloud computing.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Permintaan layanan cloud computing di Indonesia tumbuh sangat pesat. Salah satunya terlihat dari pertumbuhan bisnis Amazon Web Services (AWS) di Indonesia yang pada triwulan II/2018 tumbuh hingga 49 persen year on year (yoy). 

Bahkan, menurut Regional Head for Education APAC Public Sector Amazon Web Services, Vincent Quah, pihaknya memprediksi ke depan kecepatan pertumbuhannya akan terus meningkat. "Speed-nya sangat tinggi. Saya optimistis, dalam beberapa tahun ke depan mayoritas perusahaan di Indonesia akan menggunakan cloud computing," ujar Vincent kepada wartawan saat menghadiri ITB Cloud Computing Boot Camp Powered by AWS Educate" di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), belum lama ini.

Menurut Vincent, saat ini saja sudah banyak perusahaan di Indonesia yang menggunakan cloud computing. Kondisi serupa terjadi secara global, yakni penggunaan cloud computing juga meningkat pesat.

Menurut Kepala Pusat Mikroelektronika ITB, Trio Adiono, pesatnya pertumbuhan cloud computing mendorong peningkatan permintaan sumber daya manusia (SDM) di sektor tersebut. Namun, hingga saat ini supply SDM cloud computing di Indonesia masih terbatas.

"Ada gap antara supply dan demand SdM cloud computing. Pelaku usaha dengan berbagai skala bisnis di Indonesia semakin banyak menggunakan cloud computing, sementara laju pertumbuhan supply SDM-nya masih terbatas," paparnya.

Terkait data, Trio mengaku, tidak memiliki data supply dan demand SDM cloud computinh di Indonesia saat ini. Namun, dia memastikan, banyak perusahaan teknologi yang kesulitan mendapatkan supply SDM dengan kompetensi yang mereka butuhkan. 

Sementara itu, sekitar 600 mahasiswa dan pasca sarjana ITB, serta kampus sekitar seperti Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB), Universitas Telkom, dan Unikom, mendapatkan pelatihan intensif selama dua hari. Dengan durasi hampir 30 jam pembelajaran mereka mendapatkan pelatihan dan praktek langsung menggunakan layanan AWS Cloud.

Menurut Vincent, kegiatan tersebut merupakan komitmen AWS untuk membantu generasi muda Indonesia mengembangkan pengetahuan dan kompetensi cloud computing melalui program global AWS Educate. Dengan demikian, ke depan mereka siap memenuhi tuntutan industri yang terus meningkat di bidang keahlian cloud computing. 

"Tenaga kerja di bidang komputasi awan yang siap di masa depan adalah salah satu pilar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi negara,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Kemitraan ITB Bambang Riyanto mengatakan, mahasiswa tersebut akan mendapatkan manfaat dari pelatihan intensif selama dua hari, dengan durasi hampir 30 jam pembelajaran yang menggabungkan pelatihan yang dipimpin oleh instruktur dan praktik langsung menggunakan layanan AWS Cloud. 

Bambang Riyanto pun, menyambut baik langkah AWS yang memberikan pelatihan komputasi awan tersebut karena hal tersebut sejalan dengan visi ITB sejak tahun 2014 yakni sebagai enterpreuneur university.

"Kami ingin mahasiswa kami cepat terekspose teknologi canggih yang tidak tersedia di kampus karena layanannya yang mahal dan kami mengucapkan terima kasih kepada AWS yang sudah memberikan fasilitas pelatihan cloud computing ini," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA