Sunday, 13 Muharram 1440 / 23 September 2018

Sunday, 13 Muharram 1440 / 23 September 2018

Edukasi di Balik Mitos Ayam Cemani

Ahad 16 September 2018 23:50 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Ayam Cemani.

Ayam Cemani.

Foto: Greenfire farms.
Komunitas Black Indonesia melakukan edukasi membantah mitos ayam cemani.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Peringatan 'Dies Natalis' ke-55 Institut Pertanian Bogor (IPB) di Kampus Dragama, Bogor, Jawa Barat, Ahad, diramaikan dengan kehadiran ayam cemani yang selama ini digunakan untuk ritual mistis. Black Indonesia (BI) satu-satunya komunitas penggemar dan peternak ayam cemani yang ada di Indonesia, ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut untuk mengedukasi masyarakat tentang ayam hitam legam tersebut.

"Kami hadir untuk membantah mitos yang ada selama ini, ayam cemani dijadikan sebagai ritual mistis," kata Sultan, Ketua Komunitas BI.

Komunitas BI kerap mengikuti pameran dan kegiatan kontes di berbagai tempat di wilayah Jabodetabek, tujuannya untuk mengenalkan dan mengedukasi masyarakat tentang keberadaan ayam cemani yang keberadaannya terancam punah.

Ancaman kepunahan karena permintaan ayam tersebut sangat tinggi, terlebih dengan adanya mitos mistis. Selain itu, banyak anak ayam yang mati karena tidak bisa keluar dari cangkang.  "Ayam cemani punya spesifikasi cangkangnya keras, kalau tidak dibantu secara cesar, anak-anak ayam bisa mati lemas dalam cangkang," katanya.

Ia mengatakan, tingginya permintaan ayam Cemani tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri. Hal ini dikarenakan masyarakat dunia sudah mengetahui khasiat mengkonsumsi ayam khas Indonesia tersebut.

"Ada salah satu restoran di Amerika menyediakan hidangan ayam cemani dengan harga Rp 35 juta per ekor," kata Sultan.

Ayam cemani atau ayam kedu adalah ras ayam lokal yang dikembangkan di wilayah Kedu, Temanggung, Magelang. Ras ini dikenal dengan warnanya yang hitam, tetapi terdapat juga yang berwarna putih.

Ayam ini memiliki warna serba hitam, mata hitam, tulang, hati, dan daging juga hitam. Hanya warna darah yang tetap merah, dan telur seperti ayam kampung.

Dibandingkan ayam kampung lainnya, Ayam cemani memiliki kelebihan mampu bertelur sampai 40 butir. Selain itu, khasiat mengkonsumsi daging ayam tersebut sudah diteliti mampu mempercepat proses penyembuhan dari penyakit.  "Jadi banyak yang menyalahartikan, karena khasiatnya yang terbukti bisa mempercepat masa penyembuhan, makanya dijadikan mitos untuk mistis," katanya.

Ayam cemani juga dikenal sangat mahal nilai jualnya. BI juga telah mengekspor telur ayam hitam tersebut ke sejumlah negara seperti Amerika, Philipina, dan Uni Emirat Arah. Harga per butir telur ayam cemani untuk ekspor dijual dengan harga Rp 250 ribu per butir, sedangkan harga lokal Rp 35 ribu.

"Jika kami bisa mengekspor dalam bentuk DOC harganya jauh lebih mahal lagi. Hanya saja kita tidak bisa menjual dalam bentuk anakan," kata Sultan.

Sultan menambahkan, selain untuk dikonsumsi, ayam cemani juga bisa dilatih menjadi penjaga rumah, dan diikutkan dalam kontes, seperti kontes ayam ekor panjang. 

"Kalau kita bisa merawat dengan baik, ayam cemani punya penampilan yang eksotik, bulu-bulunya yang hitam akan mengkilap, dan jegernya bisa berdiri tegak, sangat gagah," kata Sultan.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES