Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

FRI Usul Kampus Diberi Otonomi Terima Mahasiswa Baru

Jumat 27 Jul 2018 17:34 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Esthi Maharani

Ospek mahasiswa baru.     (ilustrasI)

Ospek mahasiswa baru. (ilustrasI)

Foto: Antara/Novandi K Wardananz
Kemenristekdikti bisa menyerahkan model penerimaan mahasiswa baru kepada setiap PTN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia (FRI) Prof Asep Saefudin berpendapat, seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) akan lebih efektif jika 100 persen melalui jalur mandiri. Menurut dia, sudah saatnya PTN diberikan otonomi dalam penerimaan mahasiswa baru.

Dia menerangkan, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bisa menyerahkan model penerimaan mahasiswa baru kepada setiap PTN. Dan PTN bisa menyeleksi mahasiswa melalui full raport, bisa full tes potensi akademik (TPA), campuran raport dan TPA, bisa juga full test, dan bisa test on line plus TPA.

"Kalau menurut saya 100 persen mandiri. Itu sederhana tapi menuntut perguruan tinggi kerja sungguh-sungguh," jelas Asep ketika dihubungi Republika, Kamis (26/7).

Asep mengatakan, selama masih ada ujian bersama seperti SNMPTN dan SBMPTN maka selama itu pula masuk PTN tidak efisien. Dan PTN tidak pernah kreatif dalam berinovasi mencari mahasiswa.

"Pola ini selain terkesan sentralistik juga PT kita akan begini-begini saja, yang bagus terus bagus, yang jelek terus jelek," tegas Asep.

Adapun terkait skema baru yang tengah di rumuskan Kemenristekdikti, Asep mengaku tidak terlalu antusias. Karena menurut dia, selama ini pun proses seleksi penerimaan mahasiswa baru pasti mempertimbangkan potensi akademik calon mahasiswa.

"Di USA memang ada persyaratan TPA (Tes potensi akademik) untuk masuk PT dengan nilai berbeda tergantung kampusnya. Tetapi tidak ada seleksi bersama. TPAnya dilakukan bukan oleh PT itu. Tetapi lembaga terpisah. Dan bisa dilakukan kapan saja. Calon mahasiswa bisa mendaftar kapan saja," jelas dia.

Menurut Asep, jika kampus diberikan otonomi dalam penerimaan mahasiswa baru maka Kemenristekdikti bisa mengambil peran dalam memonitoring, mengevaluasi, memberi akreditasi ataupun sebagai lembaga pelaksana TPA bekerjasama dgn lembaga profesional yang mengeluarkan sertifikat resmi TPA.

Sebelumnya, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggian (Kemenristekdikti) sedang menggodok skema baru dalam proses seleksi mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN). Nantinya, seleksi penerimaan mahasiswa baru akan lebih mengedepankan kompetisi akademik.

"Sistem penerimaan itulah yang harus kita perbaiki, agar ada keadilan antara jawa dan luar jawa. Jadi nanti saya akan masukkan tes kemampuan akademik," kata Menristekdikti Mohammad Nasir di Gedung Kemenristekdikti, Kamis (26/7).

Namun begitu, dia mengatakan, jalur seleksi yang telah ada seperti Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk PTN dan Ujian Mandiri tidak akan dihapuskan. Hanya saja, dalam semua proses jalur seleksi tersebut ada skema baru terkait kemampuan akademik.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES