Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Kembangkan Smart Farming, IPB Gandeng Universitas di Belanda

Kamis 28 Jun 2018 17:00 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Esthi Maharani

Pertemuan Rektor IPB dengan Rektor Wageningen University and Research, Belanda

Pertemuan Rektor IPB dengan Rektor Wageningen University and Research, Belanda

Foto: istimewa
Kerja sama tersebut bisa menjadikan pertanian Indonesia lebih adaptif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Institut Pertanian Bogor (IPB) menggandeng Wageningen University and Research (WUR) dan Maastricht School of Management (MSM) untuk kembangkan Smart Farming dan Climate Innovation. Rektor IPB Arif Satria yakin, kerja sama tersebut bisa menjadikan pertanian Indonesia lebih adaptif terhadap tren baru di era disrupsi.

“Kerja sama dengan Belanda sangat penting karena mereka sudah lama kembangkan smart farming. Kita perlu belajar dari Belanda dalam Smart farming ini agar pertanian  Indonesia adaptif terhadap tren baru di era disrupi,” jelas Arif kepada Republika, Kamis (28/6).

Untuk mengantisipasi era disrupsi, kata Arif, dalam pertemuan tersebut juga membahas tentang artificial intelegence, robotik, bioteknologi, fintech dan renewable energy. Selain itu, kedua belah pihak juga menyepakati penguatan kerjasama untuk pengembangan pendidikan bisnis dan manajemen dengan muatan baru yang antisipatif terhadap disrupsi.

"Jadi IPB, siap mengawal transformasi pertanian 4.0 di Indonesia agar bisa menyesuaikan diri dengan era Revolusi Industri 4.0,” tegas Arif.

Arif menambahkan, selama ini IPB juga telah melakukan penguatan di berbagai sektor, seperti dalam teknologi Internet of things, teknologi robot, drone, artificial intelligence atau kecerdasan buatan, big data dan lain-lain.

photo
Pertemuan dengan rektor wageningen university and Research

Menurut Arif, pertemuan dengan Rektor WUR juga akan ditindaklanjuti segera dengan kunjungan Tim WUR ke IPB pada tanggal 4 Juli 2018 di Bogor. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan proposal yang akan disampaikan akhir tahun ke donor dalam konteks interdisciplinary research and education fund (INREF) initiative.

Diketahui pada tahun ini WUR telah berusia 100 tahun dan menempati rangking No. 1 QS World University Rankings by Subject agriculture and forestry. Sementara IPB pada tahun 2018 ini masuk top 100 QS World university ranking by subject agriculture and forestry.

Kerja sama dengan IPB telah berlangsung sangat lama baik dalam bidang penelitian dan pendidikan seperti ABF, INDOSOL, ALIN, TVET dll. Direncanakan perpanjangan MoU kedua perguruan tinggi tersebut akan dilakukan pada tahun 2019.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA