Sabtu, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Sabtu, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Sumber Mata Air Terakhir di Desa Kucur

Jumat 22 Jun 2018 12:17 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Esthi Maharani

Sumber mata air / ilustrasi.  (Republika/Edi Yusuf)

Sumber mata air / ilustrasi. (Republika/Edi Yusuf)

Sudah mulai banyak daerah yang beralih fungsi jadi pemukiman

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Program Studi Kehutanan Fakultas Ilmu Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ikut terlibat membantu melestarikan kawasan sumber mata air.  Melalui penanaman bambu di sekitar sumber mata air Desa Kucur, Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Prodi Kehutanan UMM turut menjaga mata air terakhir di daerah tersebut.

 

"Bisa dibilang air itu dibutuhkan di hampir semua aktivitas manusia. Karena sekarang sudah mulai banyak daerah yang beralih fungsi jadi pemukiman, karenanya kita berusaha jaga mata air ini," jelas Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kehutanan, Agus Firmansyah.

 

Agus menyampaikan, kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi Prodi Kehutanan UMM untuk pelestarian lingkungan.Tanaman bambu yang dianggap mampu menyimpan air dalam jumlah besar diharapkan mampu menjaga ketersediaan dan debit air di sumber mata air. Sebab, kata dia, bambu memang bisa menyimpan air banyak.

 

"Maka dari itu kami berharap dengan semakin banyaknya bambu di sekitar mata air, ketersediaan air dapat terjaga bahkan meningkatkan debitnya," tambah Agus melalui keterangan resmi yang diterima Republika.

 

Kepala Program Studi Kehutanan, Tatag Muttaqin, menilai, kegiatan yang dilakukan ini merupakan bentuk tri dharma perguruan tinggi yang terkait pengabdian dan penelitian. Pihaknya berusaha bergotong-royong untuk menjaga lingkungan khususnya di sekitar kawasan mata air Desa Kucur.

 

Ke depan, ia berharap, kegiatan serupa diagendakan akan terus dilakukan. Selain memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat, mahasiswa juga bisa merasakan bagaimana praktek langsung di lapangan.

 

"Dibandingkan sekedar teori, pengalaman di lapangan akan lebih bisa dirasakan oleh mahasiswa karena pada akhirnya semua ilmu tersebut akan dipraktekkan di kehidupan," tutup Tatag. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES