Saturday, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 December 2018

Saturday, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 December 2018

Ini Tiga Langkah Besar BSI Hadapi Revolusi Industri 4.0

Rabu 23 May 2018 14:25 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Esthi Maharani

Direktur Bina Sarana Informatika (BSI) Naba Aji Notoseputro.

Direktur Bina Sarana Informatika (BSI) Naba Aji Notoseputro.

Foto: Dok BSI
Secara internal, BSI terus lakuan perubahan dari infrastruktur hingga administrasi

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Direktur Bina Sarana Informatika (BSI) Naba Aji Notoseputro menyebutkan, ada tiga langkah besar yang tengah dipersiapkan oleh kampusnya untuk menghadapi era disrupsi dan revolusi industri 4.0. Yakni melakukan merger atau penggabungan kampus, pembenahan di internal manajemen, dan perubahan kurikulum pembelajaran.

Naba menjelaskan, pengajuan merger telah dilakukan sejak bulan Januari 2018 pada Direktorat Jenderal Kelembagaan Kemerenterian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Hingga pertengahan Mei ini, lanjut dia, respon dari pemerintah maupun yayasan dan proses penggabungan kampus BSI telah cukup menggembirakan.

"Adapun untuk internal manajemen, kami telah dan akan terus melakukan perubahan mulai dari infrastruktur, sarana prasana dan mempersiapkan sistem administrasi dan akademik berbasis daring," jelas Naba di usai Seminar Nasional di Kampus BSI Kalimalang, Jakarta, Rabu (23/5).

Naba mengatakan, sistem daring tersebut dimaksudkan untuk mempermudah akses semua sivitas kampus, mulai dari sistem pendaftaran kuliah hingga akademik. Dengan begitu, dia berharap, dapat menunjang proses pembelajaran menjadi lebih mudah dan efisien.

Selanjutnya, kata dia, perihal perubahan kurikulum nantinya akan dirancang agar BSI bisa mencetak lulusan yang benar-benar berkualitas dan siap bersaing secara global. Kendati begitu, dia memastikan, kurikulum tersebut tetap memerhatikan pembentukan karakter dan kebangsaan Indonesia.

"Untuk menyiapkan lulusan yang siap hidup di era disrupsi, kita pun mesti mengubah kurikulum yang dapat menunjang mahasiswa untuk itu. Tapi pedoman kami tetap, bagaimanapun teknologi berubah, karakter dan kebangsaan jangan sampai berubah," tegas dia.

Selain itu dia menambahkan, dengan digelarnya seminar nasional bertemakan "Kesiapan Perguruan Tinggi dan Mahasiswa Menghadapi Era Digital dan Revolusi Teknologi 4.0" diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada akademika BSI lainnya mengenai kesiapan transformasi BSI digination.

"Saat ini BSI telah melakukan perubahan. Dengan moto Transformasi BSI digination ini sebagia awal kesiapan BSI untuk menghadapi era disruptif dan revolusi industri 4.0. Tentunya transformasi ini perlu dukungan dari berbagai pihak seperti dosen, mahasiswa, sivitas akademika BSI lainnya serta stakeholder," jelas dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES