Rabu, 17 Ramadhan 1440 / 22 Mei 2019

Rabu, 17 Ramadhan 1440 / 22 Mei 2019

Terkejut Lihat SD Rusak, Presiden Minta Anggaran Pendidikan Diprioritaskan

Senin 22 Agu 2011 15:48 WIB

Rep: Teguh thr/ Red: Djibril Muhammad

Presiden SBY

Presiden SBY

Foto: elshinta

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta supaya anggaran pendidikan diprioritaskan untuk memperbaiki bangunan sekolah yang rusak.

Dengan demikian para murid dapat bejalar lebih nyaman. Hal itu disampaikan Presiden saat melakukan safari Ramadhan ke SD Babakan Madang 01, Sentul, Kabupaten Bogor, Senin (22/8). "Saya menilai SD ini sudah tidak layak," ujar SBY prihatin.

Dalam kesempatan itu, SBY yang didampingi oleh ibu negara Ani Yudhoyono sempat melihat ruang guru, serta kelas tempat murid mengajar. SBY memperhatikan dinding, eternit, hingga bangku dan meja para siswa. Presiden juga sempat masuk ke perpustakaan siswa yang berada di lorong sudut sekolah.

"Kantor guru kecil sempit dan desak-desakan. Atapnya tidak karuan kalau hujan bocor bangunannya juga sudah tidak layak. Saya lihat perpustakaanya juga tidak layak," lanjut SBY dihadapan pejabat dan para guru.

Menurut SBY, Ia tidak akan menyalahkan siapa-siapa dalam persoalan ini. Hanya ia meminta supaya gedung sekolah ini dapat segera diperbaiki. Apalagi jumlah anggaran pendidikan terus meningkat setiap tahunnya. Anggaran pendidikan telah mencapai 20 persen dari total belanja negara.

Jumlah anggaran yang cukup besar dapat lebih diefisienkan sehingga tepat guna. "Anggaran pendidikan ini dapat lebih diprioritaskan," terangnya.

Pembangunan gedung, tambah SBY, hendaknya diprioritaskan buat yang mengalami rusak parah terlebih dahulu. Jika lahannya terlalu sempit maka bisa dibangun dua tingkat. "Toiletnya diharapkan juga diperhatikan, airnya harus mengalir," tuturnya.

Untuk diketahui SD Babakan Madang terdiri 538 murid dengan jumlah pengajar 11 orang. Gedung 10 ruangan tersebut sudah tidak pernah direhab sejak pembangunannnya 1974 silam. Sementara total bangunan sekolah yang rusak di Kabupaten Bogor terdiri dari 1.285 kelas atau 12,2 persen dari total 15 ribu bangunan.

"Saya bersyukur di SD ini semuanya lulus. Tapi akan lebih baik kalau fasilitasnya diperbaiki dan ditambah," terang SBY.

Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan safari Ramadhan SBY. Turut mendampingi Menteri Pendidikan Nasional M Nuh, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan dan Kepala BKPM Gita Wirjawan. Usai dari SD Babakan Madang SBY melanjutkan perjalanan ke Home Industri pengrajin tas di Tajur, Baranangsiang, Bogor.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA