Disayangkan, Seluruh Moderator Debat Capres Dari Universitas di Pulau Jawa
Sabtu , 05 Jul 2014, 16:21 WIB
Republika/Edwin Dwi Putranto
KPU's presidential debate

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebijakan KPU memilih moderator debat capres dan cawapres yang seluruhnya merupakan akademisi dari universitas di pulau Jawa menimbulkan kekecewaan. KPU tak memandang bahwa Indonesia memiliki keragaman tidak hanya berasal dari pulau Jawa.

"Ini ada kekecewaan, ada ribuan perguruan tinggi di Indonesia tidak hanya di pulau Jawa saja," kata Rektor Universitas Hasanuddin Dwia Aries Tina di Makassar, Sabtu (5/7).

Dwia menduga, KPU tak pernah mengirimkan surat seleksi kepada universitas di luar pulau Jawa termasuk Universitas Hasanuddin. Padahal, akademisi yang berada di universitas luar pulau Jawa tidak kalah dibandingkan dengan akademisi di universitas pulau Jawa.

"Harusnya perekrutan moderator ini disosialisasikan juga ke daerah. Biar akademisi di daerah ikut bersaing sehingga kesempatan menjadi moderator lebih luas,"katanya.

Seperti diketahui, dari lima kali debat yang diselenggarakan KPU, seluruh moderatornya berasal dari universitas negeri di pulau Jawa. Yakni, UGM dua kali, Universitas Brawijaya sekali, UI sekali, dan Universitas Diponegoro dijadwalkan menutup debat terakhir.

Redaktur : Muhammad Hafil
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar