KPU Pertimbangkan Debat Capres Terakhir Sebelum 5 Juli
Rabu , 25 Jun 2014, 17:06 WIB
Republika/Aditya Pradana Putra
Prabowo dan Jokowi bersalaman sebelum memulai debat capres sesi ketiga di Jakarta, Ahad (22/6) malam WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempertimbangkan debat capres terakhir yang dijadwalkan pada 5 Juli 2014 nanti dilaksanakan lebih cepat. Sebagai upaya untuk mengakomodasi pemilih di luar negeri yang melakukan pemungutan suara lebih awal pada 4,5, dan 6 Juli 2014.

"Kami mempertimbangkan memajukan jadwal debat terakhir untuk lebih dimajukan harinya. Karena masyarakat kita di luar negeri juga ingin melihat debat terakhir sebelum menggunakan hak pilihnya," kata Komisioner KPU Sigit Pamungkas, di kantor KPU, Jakarta, Rabu (25/6).

Pemungutan suara di luar negeri, lanjut Sigit, digelar lebih awal dibanding dalam negeri. Karena disesuaikan dengan jadwal libur warga negara Indonesia yang tersebar di 130 panitia pemilihan luar negeri (PPLN). Ini dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pilpres 2014 ini.

Sementara, KPU telah menjadwalkan debat capres-cawapres kelima digelar pada 5 Juli 2014. Debat tersebut sekaligus sebagai debat pamungkas dan menandai berakhirnya masa kampanye pilpres.

"Kami sudah rapatkan kemarin dengan tim pasangan calon, hari ini akan dibahas lagi dan diputuskan kapan hari yang disepakati bersama," jelas Sigit.

Rangkaian debat berlangsung sebanyak lima kali. Pertama, pada 9 Juni, debat capres dan cawapres disiarkan SCTV, Indosiar, dan Berita Satu dengan tema Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan yang Bersih, dan Kepastian Hukum. Kedua, pada 15 Juni, debat capres disiarkan Metro TV dengan Tema Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial.

Debat ketiga disiarkan TV One dan ANTV dengan tema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional pada 22 Juni 2014. Debat keempat, pada 29 Juni, debat cawapres disiarkan RCTI, MNCTV, dan Global dengan Tema Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Iptek. Terakhir, dijadwalkan pada 5 Juli, debat capres dan cawapres disiarkan TVRI dan Kompas TV dengan Tema Pangan, Energi, dan Lingkungan. 

Redaktur : Muhammad Hafil
Reporter : ira sasmita
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar