Jokowi Janji Angkat Menteri Agama dari Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
Rabu , 25 Jun 2014, 17:04 WIB
Republika/Edwin Dwi Putranto
Jokowi-JK

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji, jika terpilih jadi presiden, ia akan tetap mengangkat menteri agama dari kalangan ahlus sunnah wal jama'ah, aliran mayoritas ummat Muslim di Indonesia. Hal itu dikatakan Jokowi untuk menampik isu yang menyebut dia akan mengangakat menteri agama dari golongan Syiah.

"Nantinya menteri agama tetap dari ahlus sunnah waljama'ah. Tentu saja orangnya yang terbaik," ujar capres nomor urut dua tersebut di pinggir Sungai Musi, Rabu (25/6). 

Meski demikian, Jokowi mengaku hingga saat ini ia dan Jusuf Kalla belum pernah membicarakan susunan kabinet apabila nanti berhasil memimpin pemerintahan.

Sebelumnya, calon wakil presiden Jusuf Kalla juga telah membantah isu menteri agama dari Syiah. JK mengatakan, sepanjang sejarah pemerintahan Indonesia, menteri agama lebih banyak dari kelompok ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU). Jika bukan dari NU, maka dari Muhammadiyah. Kedua ormas tersebut merupakan dua ormas Islam terbesar di Indonesia.

Seperti diketahui, Jokowi-JK diisukan akan mengangkat menteri agama dari kalangan Syiah. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan, isu tersebut berkembang karena ada salah satu anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan yang merupakan anggota Syiah. 

Redaktur : Muhammad Hafil
Reporter : Halimatus Sa'diyah
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar