Timses Jokowi: Pembelian Kembali Saham Indosat Realistis
Senin , 23 Jun 2014, 12:42 WIB
Republika/Aditya Pradana Putra
Prabowo Subianto berpelukan dengan Joko Widodo sesaat sebelum debat capres sesi ketiga di Jakarta, Ahad (22/6) malam WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota tim sukses pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), Effendi Simbolon menilai realistis keinginan Jokowi membeli kembali saham Indosat. Sebab saat saham Indosat dijual ke Singapura, terdapat klausul yang membolehkan pemerintah Indonesia membeli kembali. "Saya kira apa yang disampaikan Pak Jokowi sangat realistis," kata Effendi saat dihubungi Republika, Senin (23/6).

Ketua DPP PDI Perjuangan ini menyatakan penjualan Indosat merupakan mandat MPR pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ketika itu MPR meminta pemerintah melepas aset-aset BUMN yang dianggap bermasalah. Hanya saya pemerintahan Gus Dur keburu lengser. Jadilah pemerintahan Megawati yang mengeksekusi penjualan Indosat. "Penjualan Indosat salah satu tindaklanjut TAP MPR era kabinet Gus Dur yang mengamanatkan penyelesaian masalah perusaaan BUMN yang terimbas krisis. Bu Megawati yang eksekusi," ujarnya.

Pemerintahan Jokowi-JK akan menelaah sisi keuntungan dan kerugian dari pembeliaan kembali saham Indosat. Sebab menurut Effendi kondisi dan tantangan yang dihadapi Bangsa Indonesia saat ini sudah berbeda dengan saat saham Indosat dijual. "Kami akan melihat apakah lebih baik mengambil balik, membeli baru. Atau cukup menyewa," katanya.

Anggota Komisi VII ini belum bisa memastikan kapan telaah pembelian Indosat akan dilakukan begitu pemerintahan Jokowi-JK terbentuk. Effendi beralasan semua kebijakan pemerintah masih membutuhkan pembahasan secara komprehensif. "Kami akan mengkaji dahulu apakah pembelian ini menjadi hal prioritas atau tidak," ujarnya. 

Redaktur : Muhammad Hafil
Reporter : Muhammad Akbar Wijaya
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar