SDA: PPP Tidak Minta Jatah Cawapres
Jumat , 16 Mei 2014, 17:41 WIB
Menteri Agama Suryadharma Ali memenuhi panggilan KPK saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (6/5).( Republika/Agung Supriyanto)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Alie (SDA), menegaskan dukungannya kepada calon presiden Partai Gerindra Prabowo Subianto, tidak didasari transaksi politik. Pihaknya tidak meminta jabatan menjadi cawapres ataupun menteri.

"Sebagaimana yang pernah saya utarakan dulu, ini adalah dukungan non transaksional," ujar Suryadharma usai mendeklarasikan dukungan ke Prabowo, di Jakarta, Jumat (16/5).

Dia menyatakan dukungan seperti ini memang agak aneh. Saat ini sangat banyak parpol yang ketika diajak koalisi selalu bertanya-tanya akan dapat jatah menteri apa. Sedangkan, dia menegaskan, PPP tidak seperti itu.

Mengenai siapa nama cawapres Prabowo kelak, Suryadharma menyerahkan hal itu kepada Prabowo. Mantan Danjen Kopassus itu lebih mengetahui mitra kerjanya. Siapa yang dapat diajak kerjasama dengan baik, menaikkan elektabilitasnya, akan dipinang menjadi cawapres Prabowo.

Dia menilai Prabowo sebagai figur yang dapat menjalankan amanah dari Umat Islam dengan baik. Aspirasi umat akan ditampung dan dilaksanakannya dengan baik.

Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Reporter : Erdy Nasrul
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar