Ketum PBNU Kumpulkan Petinggi Parpol
Ahad , 06 Apr 2014, 16:13 WIB
Ketua PBNU Said Aqil Siraj meresmikan pembukaan Nadhlatul Ulama Sufi Gathering di Jakarta, Rabu (26/2). (Republika/Tahta Aidilla)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj akan menggelar istighosah kebangsaan untuk menyongsong Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. Acara yang akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Luhur Al Tsaqafah, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan tersebut rencananya dihadiri seluruh pimpinan partai politik.
 
“Istighosah kebangsaan akan diselenggarakan Senin siang besok,” kata Ketua Yayasan Said Aqil Siroj Muhammad Said Aqil,  yang menaungi Pondok Pesantren Luhur Al Tsaqafah di Jakarta, Ahad (6/4).
 
Muhammad menambahkan, seluruh pimpinan partai politik peserta Pemilu diundang ke acara istighosah kebangsaan tersebut. “Sampai saat ini yang sudah konfirmasi hadir ada Pak Hatta Rajasa, Pak Akbar Tanjung, Pak MS Kaban, dan Prof Suhardi. Pak Muhaimin (Iskandar) dan Pak Djan Farid meskipun belum konfirmasi, sepertinya mereka juga akan hadir. Insya Allah, kami optimis semua pimpinan partai politik bisa hadir,” tambahnya.
 
Istighosah kebangsaan ini juga akan dihadiri oleh sejumlah Kiai dan Habaib dari sejumlah wilayah di DKI Jakarta.
 
Untuk maksud diadakannya istighotsah kebangsaan tersebut, Muhammad menegaskan tidak ada muatan politik di dalamnya.
 
“Acara ini tidak untuk menunjukkan dukungan kami, dukungan Kiai Said ke salah satu partai politik. Kami berada di tengah, ingin merangkul semua partai politik untuk bersama-sama menciptakan Pemilu yang damai,” tegas Muhammad.
 
Terkait pemilihan waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan masa tenang jelang Pemilu, putra sulung dari KH Said Aqil Siroj tersebut menegaskan jika pihaknya juga tidak bermaksud melanggar waktu kampanye.
 
“Kami juga tidak bermaksud memberi wadah untuk partai politik berkampanye, karena kami juga mengerti sudah masuk masa tenang. Justru di masa tenang ini kami ingin mempersatukan kembali semua partai politik, mengarahkan kepentingan bangsa melalui Pemilu yang aman dan damai jauh lebih penting dari sekedar kepentingan politik individu partai,” urai Muhammad.  
 
Melalui istighosah kebangsaan, pimpinan partai politik peserta Pemilu 2014 juga diajak untuk bersama-sama bermunajat, memohon agar pesta demokrasi bisa berlangsung lancer, aman dan damai, dengan dilandasi semangat kejujuran serta keadilan.

Redaktur : Fernan Rahadi
Reporter : Indah Wulandari
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar