Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

In Picture: Win Lae Phyu Sin Blogger Berhijab Myanmar

Rabu 05 Sep 2018 22:24 WIB

Rep: Ang Wang, Shoon Naing/ Red: Yogi Ardhi Cahyadi

Foto: Ann Wang/Reuters
Kebanyakan muslim di Myanmar memilih tidak menonjol untuk menghindari intimidasi.

REPUBLIKA.CO.ID, YANGOON -- Bukan hal mudah bagi seorang muslimah berada di negara yang mayoritas non muslim. Terlebih negara yang baru-baru ini dikenal mempersekusi minoritas muslim di negara tersebut.

Kebanyakan muslim di negeri ini memilih tidak terlalu menonjol untuk menghindari intimidasi. 5 persen dari 50 juta jiwa penduduk Myanmar adalah muslim. Mereka harus berjuang keras sekedar memperoleh ijin mendirikan masjid.

Selain ijin mendirikan tempat ibadah, muslim Myanmar (apapun latar belakang etnis mereka) dipersulit memperoleh kartu identitas resmi yang dikeluarkan pemerintah.

Stigma seruap dialami oleh Win Lae Phyu Sin, seorang muslimah Myanmar di Yangon, Myanmar. Gadis berusia 19 tahun ini seorang 'blogger', profesi yang jarang ditekuni di negeri junta militer ini. 

Namun Phyu Sin memilih tampil lebih dari itu. Dengan mengenakan hijab -- sesuatu yang sangat langka di negeri ini-- Phyu Sin dikenal sebagai instruktur kecantikan melalui vlog tutorialnya. Phyu Sin pun memiliki ribuan follower di akun medsosnya. 

 

Sumber : Reuters

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA