Friday, 15 Safar 1442 / 02 October 2020

Friday, 15 Safar 1442 / 02 October 2020

Ganjar Siap Kampanye untuk Jokowi

Rabu 05 Sep 2018 20:46 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Bayu Hermawan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo  memberikan keterangan kepada media  usai menyambangi  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (9/5).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan keterangan kepada media usai menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (9/5).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Ganjar menilai berkampanye untuk Jokowi adalah bentuk tanggungjawab moral.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo siap menjadi juru kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin pada pemilihan presiden (pilpres) 2019 mendatang. Bahkan, jika ada aturan yang mengharuskannya untuk melepas sejenak jabatannya sebagai gubernur, Ganjar pun akan melakukannya.

"Lho saya ini diminta atau tidak diminta tetap kampanye," kata Ganjar, Rabu (5/9).

Menurutnya, ini sebagai bentuk pertanggungjawaban moral sebagai kader PDIP, partai politik (parpol) yang mengusung Joko Widodo. "Artinya, parpolnya pun sama. Maka 'hukumnya' jelas, tanpa diminta harus punya inisiatif," ujarnya.

Soal cuti kampanye, lanjut Ganjar, ia pun mengaku siap mengambil ketika menjadi juru kampanye. Untuk pemerintahan di Jawa Tengah, Ganjar mengaku telah koordinasi dengan wakilnya, Gus Yasin (Taj Yasin). Jadi tidak akan mengganggu, dan nantinya dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah tersebut nanti bisa saling bergantian.

"Setahu saya, cutinya nanti cuti kampanye dan bukan cuti Pilpres. Makanya kalau cuti ya cuti," katanya.

Ganjar juga menegaskan, sudah bukan menjadi rahasia lagi bagi politisi tahu diri. Kapan waktunya harus bekerja, kapan urusan rakyat, kapan urusan pemerintahan dan sebagainya.

Khusus dalam menghadapi Pilpres 2019 nanti, Ganjar juga berpesan agar masyarakat Jawa Tengah tidak mempersoalkan perbedaan dan jangan saling memprovokasi. Ia pun memberi gambaran bagaimana Jokowi dan Prabowo, yang sebagai calon presiden telah menunjukkan nuansa ‘adem’ dengan saling berpelukan.

Artinya, capresnya saja sudah saling berangkulan begitu dan sudah memberikan contoh yang bagus kepada rakyat. "Kita yang dewasa sajalah, yang pro Pak Jokowi yang pro Pak Prabowo bisa saling menjaga dan tak saling memprovokasi," ujarnya.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA