Tuesday, 12 Safar 1442 / 29 September 2020

Tuesday, 12 Safar 1442 / 29 September 2020

Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Mengerucut pada Dua Nama

Rabu 05 Sep 2018 17:32 WIB

Red: Bayu Hermawan

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/8).

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/8).

Foto: Antara/Wibawa Armando
Dua nama tersebut adalah Erick Tohir dan Chairul Tanjung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua tim sukses (timses) pasangan bakal calon presiden Joko Widodo dan cawapres Ma'ruf Amin mengerucut pada dua nama. Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan, dua nama itu adalah pendiri Mahaka Group yang juga Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) Erick Tohir dan pendiri CT Corp Chairul Tanjung.

"Pak Erick salah satu nama yang diperbincangkan, termasuk Pak Chairul Tanjung juga. Jadi, kita tunggu keputusan beliau (Jokowi) karena beliau tadi menyampaikan bahwa akan mengambil keputusan bisa malam ini, bisa besok," kata Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi) di lingkungan Istana Kepresidenan, Rabu (5/9).

Menurut Romi, keduanya merepresentasikan generasi milenial dan memiliki komunikasi yang baik dengan seluruh pimpinan partai politik. "Saya kira Pak CT (Chairul Tanjung) adalah orang yang bisa berkomunikasi dengan seluruh pimpinan parpol karena beliau seorang pengusaha nasional yang sukses dan terbukti tidak pernah ada 'barrier' (hambatan). Ketika bulan Ramadhan kemarin, beliau menggelar acara buka bersama. Yang hadir menteri kabinet Pak Jokowi dan menteri kabinet Pak SBY. Jadi, beliau tidak memiliki 'barrier' psikologis dengan siapa pun," ujarnya.

Menurut Romi, parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf juga tidak bermasalah dengan kedua nama tersebut. Romi menjelaskan, alasan pengusaha yang dipilih sebagai ketua timses karena koalisi pendukung Jokowi tidak ingin ada keterlibatan atau pelibatan ASN (aparatur sipil negara).

"Sebab, tidak diperbolehkan, bahkan beberapa nama staf khusus sekalipun dari Presiden atau dari menteri yang terlibat dalam tim kampanye nasional diingatkan oleh Bawaslu untuk tidak diletakkan kembali," kata Romi.

Alasan kedua adalah untuk menghindari konflik kepentingan antarparpol sehingga figur yang dianggap bisa diterima oleh seluruh pimpinan partai politik dan independen. "Kalau logistik kan pada dasarnya 21 ribu caleg dikali 9 parpol pengusung Pak Jokowi atau pendukung itu semuanya akan bekerja," ujarnya.

Sedangkan, mengenai pilihan PPP, Romi mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi. "Karena, ketua timses ini yang akan sehari-hari berkomunikasi mengatur strategi dan mengeksekusi perintah Presiden dalam kapasitas capres sehingga memang sepenuhnya kenyamanan diperlukan 'chemistry' ketersambungan kimiawi antara seorang ketua tim dan capres, dalam hal ini Pak Jokowi, betul-betul harus menjadi prioritas utama," kata Romi menegaskan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA