Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Api Gedebage dari Sisa Pembakaran Sampah

Senin 03 Sep 2018 21:21 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Ani Nursalikah

Pertugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang menghanguskan Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (3/9).

Pertugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang menghanguskan Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (3/9).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Listrik sudah dipadamkan dan area kebakaran sudah disterilkan sari pedagang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Petugas Dinas Kebakaran Kota Bandung masih berusaha memadamkan api di Pasar Induk Gedebage, Kota Bandung, Senin (3/9). Lokasi kebakaran merupakan tempat kebakaran yang sama pada Juli lalu.

Kepala Dinas Diskar PB Kota Bandung, Ferdi Ligaswara menuturkan, api mulai muncul pada pukul 16.00 WIB. "Menurut saksi, Juma Sulaeman api diduga bermula dari pembakaran sampah," ujar Ferdi di Pasar Gedebage, Senin (3/9).

Pantauan Republika.co.id hingga pukul 20.00 WIB, damkar masih berusaha memadamkan api. Listrik sudah dipadamkan dan area kebakaran sudah disterilkan sari pedagang. Terdapat dua ambulans dari PMI yang berjaga.

"Damkar menurunkan 18 unit untuk kebakaran. Diantaranya unit pancar, resque dan komando dari Mako pusat, UPT Timur dan Selatan," kata Ferdi.

Polisi masih mencari penyebab pasti kebakaran tersebut. "Asal mula penyebab api masih berada dalam tahap penyelidikan pihak kepolisan. Diduga api berasal dari pembakaran bulu ayam dari kios ayam," katanya.

Kebakaran melalap habis 600 kios yang menjual sayuran dan keringan. "Kios tersebut dari Los Tiga hingga Los Tujuh, sedangkan yang terselamatkan Los Satu dan Dua serta Los Sembako," ujarnya.

Salah satu saksi mata, Cecep Hasanudin menuturkan, kios yang terbakar merupakan kios yang pernah terbakar pada Juli lalu. "Sekarang apinya dari Los Lima, nyebarnya cepat karena anginnya juga kencang," kata Cecep.

Dia menuturkan, kios lamanya kembali terdampak kebakaran. Namun kios sementara yang ditempati masih dalam keadaan aman meski berdekatan dengan sumber api.

"Saya jaga disini, takutnya dari sana kena lagi," katanya.

Cecep menuturkan, para pedagang baru sebulan kembali berdagang. "Kemarin ada rencana patungan untuk buat jongko baru, tapi istilahnya belum balik modal sudah habis lagi," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA