Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Minyak Zaitun Lebih Ampuh Atasi Impotensi Dibanding Viagra

Senin 03 Sep 2018 17:29 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Minyak zaitun

Minyak zaitun

Foto: pixabay
Konsumsi 9 sendok minyak zaitun sepekan tingkatkan lebel testosteron

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah studi di Yunani menemukan sebuah temuan istimewa bagi kaum pria. Studi dari University of Athens itu menyebut beberapa sendok minyak zaitun lebih ampuh atasi masalah impotensi dibandingkan viagra.

Peneliti dari University of Athens di Yunani, Dr Christina Chrysohoou mengatakan perubahan gaya hidup jangka panjang seperti diet dan olahraga tampaknya berdampak besar tak hanya untuk arteri tetapi juga kualitas hidup. Termasuk, tutur dia, kapasitas seksual pada populasi yang lebih tua.

"Konsumsi minyak zaitun dan memasukkannya dalam diet bisa menjaga kemampuan pria di ranjang tetap tinggi," sambung dia dikutip dari Medical Daily, Senin (3/9).

Untuk sampai pada kesimpulan ini, lebih dari 600 orang pria terlibat menjadi partisipan. Mereka menjalani pola diet yakni konsumsi sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan. Konsumsi daging dan makanan yang diproses dikurangi. Sementara asupan mentega diganti dengan minyak zaitun.

Hasilnya, partisipan yang menjalani diet ini berkurang risiko mengalami disfungsi ereksi hingga 40 persen. Kemudian, mereka yang mengonsumsi kurang lebih sembilan sendok makan minyak zaitun setiap pekan tak hanya berkurang risikonya terkena impotensi, tetapi juga meningkat level testosteronnya.

"Minyak zaitun menjadi solusi pria tetap bisa menjaga fungsi seksualnya. Ini juga menjadi jawaban agar pria bertahan lama di atas ranjang," kata Chrysohoou.    

Viagra, ucap dia, tidak memperbaiki apapun dalam jangka panjang, namun hanya memberi efek jangka pendek. Minyak zaitun bisa membantu melebarkan arteri yang berdampak bagus untuk aliran darah dan pada gilirannya meningkatkan fungsi seksual.

"Kalau pembuluh darah ke penis sempit, menyebabkan tak mampu ereksi dan menjadi tanda awal aterosklerosis--menyempitnya arteri bisa memicu serangan jantung atau stroke," ungkap perawat senior cardiac di British Heart Foundation, Julie Ward seperti dilansir Medical Daily.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA