Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Jho Low Sewa Pendukung Trump untuk Hadapi Hukum Malaysia

Kamis 30 Aug 2018 16:54 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Jho Low yang merupakan tokoh kunci kasus 1mdb masih terus dicari pihak kepolisian Malaysia

Jho Low yang merupakan tokoh kunci kasus 1mdb masih terus dicari pihak kepolisian Malaysia

Foto: republika
Aparat malaysia juga memburu ayah Jho Low.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Pengusaha yang diduga terlibat skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB), Jho Low dikabarkan menyewa pengacara asal Amerika Serikat (AS).

Low yang dituduh mengatur pencurian dana investasi menunjuk Pengacara Chris Christie, mantan Gubernur New Jersey yang juga mencalonkan diri sebagai presiden dari Partai Republik pada 2016, dan akhirnya mendukung pencalonan Presiden AS Donald Trump.

Selain itu, Low juga menggandeng pengacara dari perusahaan firma hukum Trump, Kasowitz Benson Torres. "Christie mewakili Jho Low dalam kasus penyitaan perdata yang diajukan ke kantor jaksa AS di Los Angeles," kata juru bicara Christie, Pete Sheridan, seperti dikutip dari The Star, Kamis (30/8).

Sementara itu, Firma hukum Kasowirtz mewakili Low dalam penyelidikan yang tengah berlangsung dari tindakan pencucian uang 1MDB dengan memberikan fakta-fakta pada kliennya.  "Di sini, seperti dengan semua klien kami, pekerjaan kami sebagai pengacara adalah untuk mewakili dan membela kepentingan klien kami," kata Mike Geller, juru bicara Kasowirtz.

Low juga memakai pengacara  Bobby Burchfield dari kantor King & Spalding di Washington DC sebagai pendamping dia dalam proses hukum sakandal ini.

Baca juga, Jadi Buronan KPK Malaysia, Ini Pernyataan Resmi Jho Low.

Sebelumnya, surat penangkapan kembali dikeluarkan Polisi Malaysia untuk Jho Low. Tak hanya Jho Low, kini ayahnya yang bernama Larry Low Hock Peng juga tengah dicari. 

photo
Pelarian buronan skandal 1MDB, Jho Low
Larry dituding melakukan pencucian uang sebesar 457 juta dolar AS dalam transfer tunai antara tahun 2013 hingga 2014. Hasil pencucian uang tersebut diduga untuk membeli yacht yang pernah singgah di Indonesia.

Low Taek Jho yang dikenal dengan Jho Low itu, dikenal sebagai rekan dekat dari mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Bahkan kabarnya, Low sempat mendapat perlindungan khusus saat Najib masih menjabat sebagai PM. Low juga kabarnya sempat mencari perlindungan ke Thailand, Macau, Uni Emirat Arab serta beberapa negara lain yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Malaysia.

Setidaknya 4,5 miliar dolar Australia atau sekitar Rp70,5 miliar (kurs Rp14,692 per USD) diselewengkan dari 1MDB termasuk melalui sistem keuangan Amerika Serikat. Selain itu, dana korupsi tersebut mengalir ke rekening pribadi Najib.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA