Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Menkes Nilai RS Apung di Papua Barat Sudah Ideal

Kamis 30 Aug 2018 15:02 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Angga Indrawan

Menteri Kesehatan, Nila Djuwita F Moeloek.

Menteri Kesehatan, Nila Djuwita F Moeloek.

Foto: Fuji E Permana
RS Apung Papua sudah lengkap dari ketersediaan alat.

REPUBLIKA.CO.ID, TELUK BINTUNI -- Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek menilai keberadaan rumah sakit (RS) apung di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat sudah ideal.

Menurut Nila, Indonesia sebagai negara terdiri dari ribuan pulau, baik besar dan kecil. Tak hanya itu, kata dia, Indonesia juga sebagai negara pesisir.

"Padahal, di pulau-pulau dan wilayah tersebut juga ada penduduk yang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Karena itu, RS terapung ini memang ideal untuk Indonesia," ujarnya saat ditemui wartawan usai peninjauan RS Apung,  di Kabupaten Teluk Bintuni, di Papua Barat, Rabu (29/8).

Nila menilai RS tersebut relatif lengkap isinya karena telah memiliki laboratorium, tempat pemeriksaan, hingga bisa melakukan tindakan operasi. Karena itu, ia mengapresiasi keinginan pemerintah daerah untuk memajukan pembangunan kesetamnya dan ini jadi salah satu inovasi dan yang harus dilakukan ke depannya. 

"Insya Allah kita mampu melakukannya," ujarnya.

Tetapi Kemenkes menyadari biaya pengoperasian kapal butuh biaya operasional termasuk bahan bakar minyak yang cukup besar karena harus berkeliling. Karena itu, pihaknya berupaya menolong warga dengan mengirimkan tim kesehatan di Flying Health Care (FHC) dengan pesawat kecil dan para tenaga kesehatan ini jemput bola dengan berjalan kaki mendatangi masyarakat.

Sementara itu, Direktur RS Umum Kabupaten Teluk Bintuni Eka Widrian Suradji menambahkan RS ini beroperasi menghampiri penduduk yang tinggal di Mangrove di kabupaten itu.

"RS menghampiri mereka sekitar sebulan sekali," ujarnya. Kendati demikian, ia menegaskan masyarakat tidak dipungut biaya atas layanan kesehatan  yang diberikan. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA