Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Belajar Dagang Ala Amerika

Rabu 29 Aug 2018 07:37 WIB

Red: Elba Damhuri

Bendera Amerika.

Foto:
Amerika pun menggunakan strategi kuno menghadapi perang dagang dengan Cina.

Seluruh dunia mulai mengambil berbagai rencana strategis untuk menghadapi perang dagang yang merajalela. Indonesia juga harus mengambil keputusan penting dalam perang dagang ini.

Ada yang perlu didesain ulang untuk membangun strategi dalam bertarung pada era globalisasi ini. Menjiplak AS dalam menghadapi pertarungan pada era revolusi industri adalah salah satu langkah yang tidak dapat dikesampingkan.

Strategi AS tersebut adalah meningkatkan proteksi bisnis dan menambah subsidi produk lokal. Toh, Cina yang saat ini mampu menggeser kedigdayaan AS juga melakukan hal yang hampir sama, yaitu melalui perekonomian tertutup.

Kemudian, dibuka kembali tatkala telah siap dalam menghadapi perdagangan bebas. Indonesia dapat meniru strategi AS dengan meningkatkan pembangunan ekonomi inklusif dalam negeri dan membatasi impor barang dari luar negeri.

Selanjutnya, pemberian subsidi kepada usaha-usaha mikro untuk mempersiapkan infrastruktur ekonomi dalam menghadapi globalisasi harus lebihdimaksimalkan.

Pembatasan perdagangan untuk meningkatkan kapasitas dalam negeri menjadi salah satu strategi jitu untuk mempersiapkan diri mengarungi era globalisasi. Tidak perlu membabi-buta menyerang dalam pertempuran perdagangan untuk bersaing.

Dibutuhkan satu langkah bertahan yang baik dalam menghadapi intrik-intrik yang diciptakan para petarung besar sekaligus pembuat peraturan.

Ketika otot-otot produksi telah kuat, saraf-saraf infrastruktur telah berjalan dengan baik, dan perputaran sel darah ekonomi berjalan dengan prima, Indonesia dapat mengikuti kembali pertarungan tersebut.

Indonesia harus sanggup bertarung sportif dan memiliki keunggulan yang tidak dapat diremehkan. Asian Games 2018, adalah bukti sahih Indonesia, negara yang dianggap remeh itu mampu mencuri perhatian dunia.

Yakni, dengan penyelenggaraan yang baik ajang tersebut serta prestasi atletnya yang membanggakan. Kalau olahraga saja mampu, mengapa berkata tidak terhadap persaingan perdagangan internasional? 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA