Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

PBB Ingatkan Ancaman Gelombang Ketiga Wabah Kolera di Yaman

Kamis 23 Aug 2018 21:14 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Seorang anak Yaman yang terkena wabah kolera dirawat di sumah sakit setempat di Sana'a, Yaman. Menurut laporan PBB tiga juta balita Yaman terancam malnutrisi akibat konflik berkepanjangan antara dua pihak yang masing-masing didukung Arab Saudi dan Iran.

Seorang anak Yaman yang terkena wabah kolera dirawat di sumah sakit setempat di Sana'a, Yaman. Menurut laporan PBB tiga juta balita Yaman terancam malnutrisi akibat konflik berkepanjangan antara dua pihak yang masing-masing didukung Arab Saudi dan Iran.

Foto: Yahya Arhab/EPA
Sejak April 2017, lebih dari 1,1 juta kasus dugaan kolera di Yaman.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK --  Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Rabu (22/8) mengatakan jumlah kasus dugaan kolera di Yaman dilaporkan meningkat. Ada kekhawatiran mengenai kemungkinan gelombang ketiga wabah tersebut.

Sejak April 2017, lebih dari 1,1 juta kasus dugaan dan lebih dari 2.300 kematian yang telah dilaporkan. Ini menjadikan kolera di Yaman sebagai wabah terbesar dalam sejarah.

"Semua mitra kemanusiaan menanggapi untuk menghindari kemunculan kembali dalam skala luas. Bulan ini, mitra kami telah memberi vaksin lebih dari 385 ribu orang terhadap kolera di kabupaten yang sangat berisiko, Hodeidah dan Ibb," kata Stephane Dujarric, Juru Bicara bagi Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam taklimat rutin.
.
Dia mengatakan OCHA terkendala oleh kerusakan prasarana kesehatan dan air, kebersihan, dan kesehatan akibat konflik. Akses ke layanan ini penting untuk mencegah wabah kolera yang lebih besar.

"Semua pihak dalam konflik tersebut harus memenuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum kemanusiaan internasional guna melindungi warga sipil dan prasarana sipil," katanya.


sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA