Tuesday, 16 Zulqaidah 1441 / 07 July 2020

Tuesday, 16 Zulqaidah 1441 / 07 July 2020

Luhut: Kalau Nggak Ngerti Soal Utang Nggak Usah Ngomong

Kamis 23 Aug 2018 16:21 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Nur Aini

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan

Foto: RepublikaTV/Intan Pratiwi
Utang Indonesia dinilai masih berada di jalur yang tepat.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengingatkan semua pihak yang tidak mengerti soal utang agar tidak berbicara soal utang Indonesia. Peringatan tersebut dimaksudkan untuk pihak-pihak yang terus menyalahkan pemerintah karena berutang untuk menjalankan pembangunan di Indonesia.

Luhut mengaku, saat ini utang Indonesia berada di jalur yang tepat. "Orang bicara soal utang, kalau nggak ngerti nggak usah ngomong. Utang kita bagus kok semua. Utang kita kan baik untuk jangka panjang dan sebagian besar dalam rupiah, salahnya di mana?" kata Luhut  saat ditemui di acara Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya, Kamis (23/8).

Luhut menganalogikan pinjaman luar negeri yang dilakukan pemerintah ke dalam bisnis. Kebanyakan bisnis yang dijalankan orang per orang atau perusahaan, modalnya menggunakan pinjaman dari bank.

Pihak bank menurutnya tidak akan mau memberikan pinjaman jika bisnis yang dijalankan tidak menjanjikan. Begitu pun utang luar negeri yang dilakukan pemerintah. Jika negara yang dipinjam melihat proyek yang dijalankan pemerintah tidak menjanjikan, maka kreditur tidak akan mau memberikan pinjaman.

"Sekarang kalau bisnis itu kan bisnis nggak pakai uang sendiri, pakai uang bank kan? Bank mau ngasih pinjam, kalau proyekmu nggak bagus mau nggak? Kan ndak mau. Orang ngasih pinjam ke kita karena dilihat proyek Indonesia itu bagus," kata Luhut.

Luhut juga menyinggung Malaysia yang saat ini sedang terlilit utang. Menurutnya di negeri jiran utang tidak terlalu transparan. "Kita (Indonesia) semua transparan. Semua (investor) yang masuk ke kita harus memenuhi empat kriteria yaitu ramah lingkungan, nilai tambah, tenaga lokal, dan teknologi transfer," kata Luhut.

Sementara itu, Bank Indonesia mencatat utang luar negeri Indonesia pada akhir Mei 2018 sebesar 358,6 miliar dolar AS atau setara Rp 5.127 triliun (kurs Rp 14.300 per dolar AS). Jumlah tersebut tumbuh 6,8 persen secara tahunan (yoy), namun lebih lambat dibandingkan pertumbuhan April 2018 yang sebesar 7,8 persen secara tahunan.

Utang Indonesia itu terdiri dari utang luar negeri pemerintah dan bank sentral tercatat sebesar 182,5 miliar dolar AS. Sementara utang luar negeri swasta 176,1 miliar dolar AS.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA