Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

ILUNI dan UI Peduli Sigap Turun Bantu Korban Bencana

Kamis 23 Agu 2018 14:15 WIB

Red: Gita Amanda

ILUNI UI memberikan bantuan kepada korban gempa Lombok.

ILUNI UI memberikan bantuan kepada korban gempa Lombok.

Foto: ILUNI UI
Selain bantuan tim ILUNI UI juga aktif mendistribusikan relawan ke area bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Pusat Ikatan Aluni Universitas Indonesia (ILUNI UI) hingga saat ini masih terus mengirimkan bantuan dan terjun langsung membantu masyarakat korban bencana gempa bumi di tiga kabupaten, di Propinsi Nusa Tenggara Barat. Selain mendistribusikan berbagai kebutuhan sandang dan pangan dari para donatur, sejak tahap awal bencana, tim ILUNI UI juga aktif mendistribusikan relawan ke area bencana untuk melakukan assessment dan pendampingan.

Bantuan personel relawan datang dari tim korps Resimen Mahasiswa (Menwa) UI, Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) UI, Sasando (Komunitas Mahasiswa UI dari Lombok), serta Pusat Krisis Fakultas Psikologi UI (Puskris UI) sebagai bagian dari tim UI Peduli. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum ILUNI UI Arief Budhy Hardono kepada pers di Jakarta, Kamis (23/8), seperti dalam siaran persnya.

Arief saat itu didampingi koordinator ILUNI UI untuk penanganan bencana dan pascabencana di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), Endang Mariani dan ketua Community Developement ILUNI UI Irvan Toreza, yang saat itu baru tiba dari daerah terkena bencana di Lombok, NTB, Sekjen ILUNI UI Andre Rahadian dan juru bicara ILUNI UI Eman Sulaeman Nasim. Dengan semangat UI Peduli, donasi  yang dikumpulkan dari para alumni UI dan pihak lain  sudah dan akan diimplementasikan dalam bentuk pengadaan keperluan sehari-hari, seperti selimut, handuk, pakaian, bahan makanan, dan lainnya.

ILUNI UI juga berkoordinasi dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Tim Psikologi TNI dan Pusat Krisis Fakultas Psikologi UI (PUSKRIS UI) dalam persiapan pemberian pendampingan psikososial dan psikoedukasi. Agar saudara-saudara kita dapat kita bantu meminimalisir dampak trauma pasca bencana.

Sementara ILUNI Arsitektur UI juga telah mendesain shelter yang akan digunakan selama fase tanggap bencana sebelum infrastruktur desa pulih kembali, diikuti dengan survey kelayakan lokasi peletakan shelter sebagai persiapan tahap selanjutnya,” papar Arief Budhy Hardono.

Di tempat yang sama, Endang Mariani menjelaskan, bantuan dari para alumni UI yang dikoordinasikan ILUNI UI disebar di wilayah Sembalun Lombok Timur,  daerah Tanjung Lombok Utara, dan sekitar Gunung Sari Lombok Barat. Dalam waktu dekat segera diberangkatkan juga tim teknis ILUNI UI untuk pengadaan listrik darurat dan penjernihan air di beberapa titik di Lombok.

Kebutuhan tim medis dan tim teknis lainnya dipenuhi dengan datangnya tim UI Peduli yang melakukan pengobatan kepada masyarakat yang membutuhkan. ILUNI UI juga membuka Dapur Umum di Sembalun Bumbung, Lombok Timur, yang melayani tidak kurang dari 1.000 pengungsi per hari.

Lebih lanjut Doktor Ilmu Psikologi ini menjelaskan, gempa 29 juli 2018 yang terjadi di Lombok Timur, ditambah dengan gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR), 5 Agustus 2018, yang mengguncang Lombok Lombok Utara, memberikan dampak yang cukup besar. Oleh karena itu, ILUNI UI langsung membuat keputusan cepat dan segera bergerak ke daerah Tanjung, tanpa melupakan daerah Sembalun yang juga menjadi daerah tujuan bantuan ILUNI UI. Saat itu kondisi korban gempa sudah sangat memprihatinkan.

ILUNI UI bekerja sama dengan Relawan Tanah Air, bersama-sama melakukan pembuatan pos relawan gabungan di RSUD Tanjung, Lombok Utara. Tim ILUNI UI turut menyediakan instalasi penerangan untuk tenda pasien di halaman RSUD yang rusak berat dan harus dikosongkan.

Pasien RSUD Tanjung ditampung dalam tenda-tenda darurat, menunggu rumah sakit lapangan dari TNI selesai dibangun di halaman kantor Bupati. "Malam pertama setelah gempa, dua bayi lahir di tenda darurat sehingga tim relawan dengan peralatan komplit, harus masuk ke dalam RSUD untuk mengambil inkubator menyambut bayi yang kedinginan” papar Irvan Toreza, yang saat itu berada di lapangan.

Ditambahkan Endang Mariani, wilayah Gunung Sari dan sebagian Lombok Barat, yang masih minim bantuan pun turut mendapatkan perhatian dari ILUNI UI. Bantuan selimut, pakaian, alat shalat, bahan makanan kering dan buku bacaan anak-anak diberikan bersamaan dengan pemberian pendampingan psikososial tahap awal. Sementara di Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun Lombok Timur, Dapur Umum ILUNI UI yang dibangun bersama LMI sudah mulai berjalan.

“Pada saat pascagempa yang berkekuatan  7,0 SR, pada 19 Agustus 2018, Dapur Umum ILUNI UI yang memang sudah berjalan tetap terus memberikan pelayanan. Kami  berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan 1.000 porsi per hari di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. Jumlah ini bisa bertambah, jika warga yang kehabisan bahan makanan masih berdatangan,” papar Endang Mariani.

Makanan menurut Endang, menjadi faktor penting di saat bencana terjadi. Ketersediaan makanan, termasuk saat proses penyiapannya, dapat memberikan rasa tenang. Warga yang bekerja secara bergotong royong merasakan kebersamaan saat ikut memasak di dapur umum.

Dengan demikian mereka merasa tidak sendirian. Keberadaan dapur umum yang melibatkan warga untuk ikut memasak beramai-ramai cukup dapat memberikan hiburan dan mengurangi dampak trauma akibat bencana.

"Hasil masakan yang mereka olah sendiri dan dinikmati bersama-sama cukup membuat warga merasa optimistis, tetap bisa produktif walau dalam kondisi darurat," lanjutnya.

Status Bencana

Ketua Umum ILUNI UI Arief Budhy Hardono, menyampaikan pihaknya tidak terlalu mempersoalkan apakah bencana gempa bumi di Lombok dan Sumbawa, NTB yang cukup massive dan masih terus berlangsung hingga saat ini, dikategorikan bencana nasional atau daerah. Hal yang paling penting, pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan segala perangkatnya harus segera membantu menyelamatkan masyarakat Lombok, Sumbawa dan daerah-daerah lainnya yang terdampak bencana di NTB. Keselamatan masyarakat terdampak bencana harus  menjadi prioritas.

Arief mengatakan, yang tidak kalah pentingnya adalah membantu masyarakat terkena bencana untuk membangun kembali rumah-rumah dan tempat usaha yang hancur karena terkena bencana. Sarana pendidikan dan sarana peribadatanan seperti masjid harus segera di bangun.

Selain itu juga membantu menghilangkan trauma, agar mereka pascabencana kembali optimistis dalam menjalani kehidupan di masa depan. Bahkan, bila perlu lebih baik dan lebih maju lagi.

"Alumni UI yang tergabung dalam ILUNI UI, baik yang ada di NTB maupun daerah lain  siap berkoordinasi dengan pemerintah Propinsi NTB dan pemerintah pusat untuk bersama-sama membantu masyarakat Lombok, Sumbawa dan sekitarnya, membangun kembali daerah terdampak bencana,” tegas Arief Budhy Hardono.

Dikeluarkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Indonesia. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Ketua ILUNI UI Endang Mariani di 0813 1510 1022, Sekjen ILUNI UI Andre Rahadian di 0816 898 654 atau Eman Sulaeman Nasim  0812 105 1110.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA