Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Benarkah Makan Daging Kambing Tingkatkan Libido?

Rabu 22 Aug 2018 14:22 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pasar Kambing di Jalan Sabeni, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (8/8).

Pasar Kambing di Jalan Sabeni, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (8/8).

Foto: Republika/Muhammad Ikhwanuddin
Ahli medis meminta masyarakat tak konsumsi daging kambing berlebihan

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Umat muslim seluruh dunia baru saja merayakan Hari Raya Idul Adha, Selasa (21/8) kemarin dan Rabu (22/8). Umumnya jelang atau kala Idul Adha berseliweran informasi terkait manfaat positif dan negatif daging kambing.

Salah satunya soal mitos manfaat daging kambing yang bisa tingkatkan libido atau gairah seksual. Termasuk memakan salah bagian tubuh kambing yaitu terpedo atau testis kambing.

Akademisi dan Praktisi klinis, Dr Ari Fahrial Syam, mengatakan di hari raya ini sebagian masyarakat akan menikmati makanan yang mengandung daging kambing. Sebagian besar menghubungkan konsumsi daging kambing dengan peningkatan gairah seksual atau libido.

Bahkan ada anjuran jangan makan daging kambing berlebihan untuk para bujangan. Alasannya karena bisa repot untuk menyalurkan hasrat seksualnya setelah mengosumsi daging kambing tersebut.

Akan tetapi, sebenarnya ini hanya mitos yang terus berkembang ditengah masyarakat. Memang, tutur dia, testis kambing banyak mengandung testosteron yang dapat meningkatkan gairah seksual.

Tetap sebenarnya peningkatan gairah seksual terjadi karena multifaktor dan tidak semata-mata berhubungan dengan makanan. "Bisa saja karena merasa sudah mengosumsi torpedo kambing seseorang merasa yakin bahwa libidonya meningkat dan bisa saja justru semangat tinggi inilah yang akhirnya meningkatkan libido seseorang tersebut," ujarnya pada Republika.co.id, Rabu (22/8).

Ia menjelaskan daging kambing termasuk daging sapi termasuk kelompok daging merah yang banyak mengandung lemak. Lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh ini banyak mengandung LDL, lemak jahat yang bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah kita baik pembuluh darah otak dan pembuluh darah jantung.

Selain lemak, daging kambing juga mengandung protein hewani. Protein kita butuhkan untuk menggantikan sel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangun. "Jadi makan daging tetap penting karena mengandung protein tinggi yang penting jangan dikonsumsi berlebihan."

Dari sisi pencernaan dampak langsung akibat mengonsumsi daging kambing berlebihan adalah sembelit. Daging merah merupakan salah satu makanan yang membuat usus ekstra berat untuk mengeluarkannya. Oleh karena itu harus diimbangi oleh banyak minum dan konsumsi sayur-sayuran.

Kalau kebetulan mempunyai penyakit GERD (asam lambung), maka bisa jadi akan bertambah parah setelah mengonsumsi daging kambing berlebihan. Apalagi setelah mengosumsi daging langsung tidur karena kekenyangan sehingga akan mencetuskan keluhan penyakit GERDnya.

Belum lagi efek jangka panjang berupa peningkatan kadar lemak dan kolesterol darah jika daging merah termasuk daging kambing ini dikonsumsi dalam jangka panjang. "Sekali lagi jangan lupa mengimbangi dengan banyak makan buah dan sayur untuk mengurangi efek samping dari makan daging berlebihan. Selain untuk memperlancar buang air besar serat yang terkandung dalam sayur dan buah2an akan mengurangi serapan kolesterol di usus halus," sarannya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA