Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Tidak Ada Masjid, Muslim Washington Shalat Id di Gereja

Rabu 22 Aug 2018 11:06 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Ani Nursalikah

Muslim dari berbagai latar belakang shalat Idul Adha di Gereja Saint Andrews Church di Burke, Virginia, Washington, AS, Selasa (21/8).

Muslim dari berbagai latar belakang shalat Idul Adha di Gereja Saint Andrews Church di Burke, Virginia, Washington, AS, Selasa (21/8).

Foto: VOA
Shalat di gereja menjadi salah satu cara menunjukkan toleransi.

REPUBLIKA.CO.ID, BURKE -- Muslim Amerika melakukan shalat Idul Adha, Selasa (21/8) waktu setempat. Namun, beberapa Muslim di dekat Washington, DC berada di gereja Selasa pagi.

The Peace Islamic Center di Burke, Virginia, tidak dapat menampung sejumlah besar orang yang ingin datang untuk shalat. Seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, organisasi itu mengatur shalat Id berjamaah di Gereja Episkopal St. Andrew yang berdekatan.

Seorang Muslim Maroko-Amerika Yousef Zerwal menyambut baik gagasan shalat Idul Adha di sebuah gereja. "Kami benar-benar dapat berdoa, menyelesaikan shalat Idul Adha dan tujuan kami untuk semakin dekat dengan Tuhan, meskipun sebenarnya di gereja. Jadi secara pribadi, saya bangga menjadi bagian dari pesan ini yang, jika ada, menunjukkan toleransi yang ada di komunitas ini," kata Zerwal dilansir di VOA News, Rabu (21/8).

Bagi pendeta Tim Heflin, rektor kedua gereja St Andreas, berbagi ruang gereja adalah cara untuk membuka dialog antaragama dan menumbuhkan toleransi. "Kami semua, Yahudi, Muslim dan Kristen. Dan bagi saya, sangat mudah untuk menyambut orang-orang itu, yang menyembah Tuhan ke tempat kami," kata Heflin.

Omar Wali memiliki perusahaan daging halal. Dia menyediakan hewan kurban.

"Kami membeli domba, kambing dan sapi sekitar sebulan yang lalu dan menyiapkan mereka untuk semua orang untuk disembelih saat Idul Adha," katanya.

Banyak yang menggunakan kesempatan Idul Adha untuk mengingat umat Islam yang menderita dalam konflik dari Yaman hingga Suriah dan Irak hingga Nigeria. Organisasi bantuan Islam mendorong Muslim Amerika untuk menyebarkan sukacita Idul Adha bagi umat Islam yang tinggal di daerah tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA