Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Cara Teruskan Kebiasaan Makan Sehat pada Anak-anak

Ahad 29 Jul 2018 12:41 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Friska Yolanda

Obesitas

Obesitas

Anak yang obesitas berisiko menderita penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Seorang dokter keluarga Penn State Health Medical Group di State College, Alka Sood mengatakan anak-anak dengan obesitas mengahadapi banyak masalah sosial dan kesehatan saat tumbuh dewasa. Anak-anak dengan obesitas lebih mungkin diganggu oleh teman sekelas dan merasa rendah diri, isolasi sosial, dan depresi.

Mereka, kata Sood, juga berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan kronis lainnya, termasuk asma, sleep apnea, masalah tulang dan sendi, serta diabetes tipe dua. Anak-anak obesitas menjadi lebih mungkin mengalami masalah berat badan ketika mereka beranjak dewasa. Ini akan mengakibatkan peningkatan risiko penyakit jantung dan kondisi medis serius lainnya.

Untuk mengurangi risiko obesitas, Sood bersama ahli diet Kara Shifler Bowers menawarkan kiat-kiat ahli tentang bagaimana orang tua mendukung kebiasaan sehat pada anak-anaknya.

Pertama, Hindari mendiskusikan berat badan dengan anak-anak. Bowers menyarankan orang tua terus maju dan membuat perubahan kecil di rumah daripada mendiskusikan berat badan dan kesehatan dengan anak secara langsung.

“Terapkan perubahan yang mudah seperti menyimpan semangkuk,” ujar Bowers, seperti yang dikutip dari Malay Mail, Ahad (29/7).

Kedua, bantu anak-anak membuat pilihan makanan sehat. Hindari membeli camilan yang tidak sehat dan minuman manis.

Jika orang tua melakukannya, jauhkan camilan itu dari pandangan anak-anak. Cobalah untuk menyimpan makanan ini untuk liburan dan perayaan.

Ketiga, sediakan makanan sehat di rumah. Orang tua bisa menyimpan camilan sehat di dapur seperti yogurt Yunani rendah gula atau kacang mentega. Mereka juga bisa menyiapkan semangkuk buah atau sayuran untuk anak-anak.

Keempat, Bowers menyarankan untuk bersabar karena semua orang di dalam keluarga secara bertahap belajar membuat pilihan makanan yang lebih baik. “Jangan meremehkan kekuatan perubahan kecil yang berkembang seiring waktu. Yang dibutuhkan hanyalah satu langkah memulai proses,” katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA