Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Jokowi: Integritas Itu Nomor Satu, Harus Diingat Baik-Baik

Jumat 27 Jul 2018 13:53 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/Antara/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Joko Widodo (kiri) melantik lulusan angkatan XXV saat wisuda dan Pelantikan Pamong Praja Muda (PPM) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2018 di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (27/7).

Presiden Joko Widodo (kiri) melantik lulusan angkatan XXV saat wisuda dan Pelantikan Pamong Praja Muda (PPM) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2018 di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (27/7).

Foto: Antara/M Agung Rajasa
Alumni IPDN harus mengerahkan semua kecerdasan dan ketangkasan.

REPUBLIKA.CO.ID, SUMEDANG -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para lulusan pamong praja muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) agar ditempatkan di tempat-tempat yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat. Dalam menjalankan pekerjaaan, Jokowi meminta alumni IPDN menjunjung tinggi integritas.

Hal tersebut diungkapkan Jokowi saat melantik sebanyak 1.456 orang Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan XXV tahun 2018. Pelantikan tersebut dilaksanakan di lapangan Parade Abdi Praja IPDN Kampus Sumedang. "Lulusan-lulusan dari IPDN, untuk ditempatkan di tempat-tempat yang berhubungan (langsung) dengan pelayanan masyarakat. Integritas itu nomor satu dan harus diingat baik-baik," ujarnya seusai pelantikan pamong praja muda IPDN di Sumedang, Jumat (27/7).

Ia menambahkan, lulusan IPDN harus mampu cepat dalam melayani dan merespona semua keluhan masyarakat. Seiring perubahan zaman, katanya, pamong praja muda harus lebih responsif dan cepat menanggapi keinginan masyarakat.

Sebelumnya, Jokowi meminta agar para pamong praja muda yang telah dilantik menunjukan integritas dan loyalitas kepada masyarakat, bangsa dan negara. Alumni IPDN harus mengerahkan semua kecerdasan dan ketangkasan untuk menghadapi kemajuan zaman.

"Tunjukan integritas dan loyalitas kepada masyarakat, bangsa dan negara.  Kecerdasan dan ketangkasan menghadapi kemajuan zaman," ujarnya menyampaikan sambutan dihadapan ribuan pamong praja muda.

Menurutnya, kecakapan pamong praja muda menjadi harapan mendatang dalam melayani masyarakat dan mendorong kesejahteraan rakyat. "Saya mengucapkan selamat dan bangga bisa melantik pamong praja muda. Hari ini sebuah permulaan dan perjalanan pengabdian untuk pertiwi dan perjuangan untuk kemajuan Indonesia," katanya.

Baca juga, Mendagri Minta Alumni IPDN Bangun Optimisme Masyarakat. 

photo
Seorang Pamong Praja Muda (PPM) angkatan XXV melakukan sujud syukur seusai upacara Kelulusan dan Pelantikan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2018 di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (27/7).

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan, lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) merupakan aparatur perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka siap bertugas di seluruh daerah Indonesia untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Para lulusan IPDN adalah aparatur perekat NKRI," kata Tjahjo Kumolo saat menghadiri pelantikan Pamong Praja Muda di Kampus IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat.

Ia menuturkan, lulusan IPDN telah dididik dengan sistem pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan dengan pola kumpul, sebar dan kumpul di delapan kampus IPDN. Para lulusan, lanjut Mendagri, nantinya akan ditempatkan di daerah penugasannya dengan sistem lintas provinsi sesuai arahan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.

"Para lulusan IPDN Angkatan XXV akan ditempatkan di daerah penugasan dengan sistem 'cross' provinsi, ini sesuai arahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA