Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Kondisi Ekonomi AS Bawa Rupiah Melemah

Jumat 27 Jul 2018 11:43 WIB

Red: Nidia Zuraya

Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dollar AS di Jakarta. ilustrasi

Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dollar AS di Jakarta. ilustrasi

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Kurs rupiah melemah ke posisi Rp 14.485 per dolar AS

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah dalam pembukaan pasar pada Jumat (27/7) melemah 0,15 persen menjadi Rp 14.485 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi seiring potensi penguatan dolar AS, menyusul akan diumumkannya pertumbuhan ekonomi negara AS selama kuartal II 2018.

Rupiah juga terdampak dolar AS yang lebih bertenaga dan keluar dari stagnasi setelah sentimen negatif terhadap mata uang Euro, menyusul keputusan Bank Sentral Eropa (Europan Central Bank/ECB) mempertahankan suku bunga acuannya dan menekankan keberlanjutan rencana mengakhiri gelontoran stimulusnya tahun ini.

Di kurs Jakarta Interbank Spot Dolar AS Rate (Jisdor) yang diumumkan Bank Indonesia, Jumat (27/7), rupiah melemah 40 poin dibanding Kamis (26/7) menjadi Rp 14.483 per dolar AS.

Dolar AS memiliki banyak amunisi tenaga Jumat ini. AS dijadwalkan akan merilis data pertumbuhan ekonomi April-Juni 2018 pada Jumat malam Waktu Indonesia Barat. AS juga baru merilis data pengeluaran perusahaan yang membaik di Juni 2018 ini.

"Rupiah harus siap-siap mendapat tekanan Jumat ini, menjelang pengumuman PDB AS," kata Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji, Jumat (27/7).

Pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan positif. Trump melalui akun Twitter-nya di pertengahan pekan ini sudah sesumbar bahwa AS memiliki angka-angka finansial terbaik di planet ini.

Jika pertumbuhan ekonomi negara Paman Sam terus membaik, maka akan semakin menguatkan eskpetasi tentang dua kali lagi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada lima bulan terakhir di 2018. Ekspetasi kenaikan suku bunga AS, akan semakin mengalirkan "Greenback" ke instrumen di AS sebagai instrumen yang paling minim risiko.

"Dollar Index" atau parameter yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia meningkat 0,4 persen ke 94.743 hingga pukul 07.30 WIB, seperti data yang dilansir Antara dari Reuters.

Sentimen dari domestik seperti langkah pemerintah yang akan menggenjot ekspor dengan memanfaatkan melemahnya rupiah, serta laju inflasi yang terus terkendali hingga Juli 2018 diharapkan dapat menyelamatkan rupiah.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA