Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

IPAL Terpadu di Dayeuhkolot tak Berkualitas

Kamis 26 Jul 2018 01:07 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Esthi Maharani

Satuan Petugas (Satgas) Citarum Harum Sektor 7 menutup saluran limbah siluman milik PT MCAB yang mengelola IPAL Terpadu diduga dibuang ke sungai Citarum, Senin (23/7) di Cisirung, Desa Pasawahan, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Satuan Petugas (Satgas) Citarum Harum Sektor 7 menutup saluran limbah siluman milik PT MCAB yang mengelola IPAL Terpadu diduga dibuang ke sungai Citarum, Senin (23/7) di Cisirung, Desa Pasawahan, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Foto: Republika/M Fauzi Ridwan
Perusahaan diminta sadar untuk tidak membuang limbah ke Sungai Citarum.

REPUBLIKA.CO.ID,  SOREANG -- Bupati Bandung, Dadang M Naser geram dengan tingkah PT MCAB, pengelola instalasi pembuangan air limbah (IPAL) terpadu yang diduga membuang air limbah ke sungai Citarum. Ia menilai pengelolaan IPAL terpadu oleh PT MCAB tidak berkualitas.

Sebelumnya, satuan petugas (satgas) sektor 7 Citarum Harum mengecor saluran limbah milik PT MCAB yang diduga membuang langsung limbah ke Sungai Citarum tanpa diproses dengan benar dan baik.

"Pengelolaan IPAL terpadu Cisirung tidak berkualitas. Manajemennya sendiri bukan dipegang oleh Pemkab Bandung," ujarnya, Rabu (25/7).

Ia menilai pengecoran saluran limbah yang dilakukan oleh satgas Citarum Harum diharapkan bisa membuat sungai Citarum lebih bersih. Katanya, cor bisa dibuka ketika perusahaan sudah membenahi pengelolaan IPAL.

"Kalau ingin betonnya dicabut, penanganan IPAL harus profesional," katanya. Ia  mengimbau kepada perusahaan-perusahaan agar sadar dan tidak membuang limbah ke Sungai Citarum.

"Saya mohon kesadaran secepatnya oleh para pengusahanya membenahi IPAL nya," katanya.

Sebelumnya, Penutupan saluran limbah 'siluman' dari instalasi pembuangan air limbah (IPAL) PT MCAB di Kampung Cisirung, Desa Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung membuat kantor tersebut dibanjiri oleh air limbah, Selasa (24/7).

Kemarin, Senin (24/7) satuan petugas (satgas) sektor 7 Citarum Harum menutup saluran limbah siluman milik PT MCAB yang diduga membuang limbah tanpa diolah ke sungai Citarum. Sementara satu pipa lainnya akan ditutup selanjutnya.

Saluran limbah yang ditutup dengan dicor membuat air yang mengalir menuju sungai Citarum tidak maju. Sehingga berbalik arah ke tempat bak penampungan limbah di kantor tersebut dan membanjirinya. Genangan air limbah berwarna hitam pekat itu hampir mencapai gerbang kantor.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA