Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Keamanan Siber Jadi Isu Prioritas Era Digital

Selasa 24 Jul 2018 12:19 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

 (Kiri – Kanan) Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) Andi Budimansyah,President of PTT ICT Solutions Company Limited Chaicharearn Atibaedya,Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara,Direktur Digital & Strategic Portfolio Telkom David Bangun,Vice President ACIOA Dr. Hammam Riza,Ketua Umum Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII)Sylvia W Sumarlin saat menghadiri pembukaan ASEAN CISO FORUM 2018 di Jakarta, Senin (23/7).

(Kiri – Kanan) Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) Andi Budimansyah,President of PTT ICT Solutions Company Limited Chaicharearn Atibaedya,Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara,Direktur Digital & Strategic Portfolio Telkom David Bangun,Vice President ACIOA Dr. Hammam Riza,Ketua Umum Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII)Sylvia W Sumarlin saat menghadiri pembukaan ASEAN CISO FORUM 2018 di Jakarta, Senin (23/7).

Foto: telkom
Tantangan terbesar keamanan siber adalah menyiapkan SDM yang mumpuni.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keamanan siber menjadi isu prioritas di era digital. Khususnya memasuki era industri 4.0 dimana seluruh sektor industri berbasis internet of things (IoT).

Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara mengatakan seiring pesatnya perkembangan information & communication technology (ICT), isu keamanan siber kini menjadi salah satu agenda utama pemerintah. "Tantangan terbesar dari keamanan siber dan transformasi digital umumnya adalah dalam hal talent atau sumber daya manusia yang mampu menangani berbagai tantangan serangan siber," ujar Rudiantara dalam penyelenggaraan ASEAN CISO FORUM 2018 di Jakarta, Senin (23/7).

Acara yang diinisiasi oleh ASEAN Chief Information Officer Association (ACIOA) ini bertujuan meningkatkan kesadaran para Chief Information & Security Officer (CISO) dari berbagai sektor terhadap pentingnya keamanan siber di era digital.

Vice President ACIOA Hammam Riza menjelaskan untuk mempersiapkan ASEAN memasuki era industri 4.0 maka cyber physical system dari seluruh infrastruktur yang penting seperti Energi dan Transportasi harus dipersiapkan dengan baik. ACIOA ingin membangun sinergi dan kerjasama seluruh pihak dalam mewujudkan ASEAN yang aman di dunia siber dan berdayasaing global.

"Oleh karenanya ASEAN CISO Forum dimaksudkan untuk menggalang gagasan para Chief Information Security baik dari Industri maupun pemerintahan dalam rangka pertukaran ide untuk membangun sinergi keamanan siber ASEAN,” kata Hammam Riza.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Digital & Strategic Portfolio Telkom David Bangun menegaskan dukungan Telkom terhadap ASEAN CISO Forum 2018. David melanjutkan, Telkom sebagai penyedia layanan broadband dan digital memandang keamanan siber sebagai prioritas di era digital ini.

“Indonesia saat ini menjadi salah satu negara dengan target dan sumber serangan siber terbesar di dunia sehingga keamanan cyber nasional menjadi hal yang sangat urgent," kata dia.

Telkom menaruh perhatian besar terhadap keamanan informasi dalam aktivitas siber masyarakat Indonesia guna mendukung industri 4.0 dan mendorong kemajuan ekonomi digital nasional. ASEAN CISO Forum 2018 menghadirkan pembicara lokal dan regional guna mendukung ide dan gagasan yang dihasilkan oleh para pemimpin ICT di wilayah Asia Tenggara dan memberikan peluang untuk saling berbagi informasi di tingkat eksekutif.

Selain membahas berbagai topik terkait cyber security, ASEAN CISO Forum 2018 juga menggelar demo live hacking dari pakar security. Dari diskusi, interview, dan demo para CISO peserta ASEAN CISO Forum mendapatkan banyak pengetahuan, insight dan masukan yang menarik, seperti hal-hal apa saja yang menjadi strategi cyber security bagi pelaku bisnis dan pemerintah di Indonesia.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA