Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Demokrat Doakan TGB Sukses Jadi Cawapres Jokowi

Selasa 24 Jul 2018 08:52 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Muhammad Hafil

Tokoh Nasional yang juga Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) saat berkunjung ke Kantor Republika, Jakarta, Selasa (17/7).

Tokoh Nasional yang juga Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) saat berkunjung ke Kantor Republika, Jakarta, Selasa (17/7).

Foto: Republika/Prayogi
TGB menyatakan mundur dari Partai Demokrat karena alasan pribadi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski surat pengunduran diri Tuan Guru Bajang (TGB), Zainul Majdi masih dalam proses, tapi Partai Nasdem memastikan secara de facto Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) itu resmi sudah mundur. Partai Demokrat juga tak mempersoalkan mundurnya kader potensial itu, justru menyampaikan terimakasih dan penghargaan atas peran TGB di partai.

Tidak hanya itu, Partai Demokrat juga mendoakan agar TGB bisa sukses menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019. "Kami mendoakan status beliau sekarang, yakni sebagai ulama non partai, akan memberi beliau jalan ke arah karir politik yang lebih baik untuk dipilih sebagai salah satu Cawapres Pak Jokowi," kata Wakil Sekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/7).

Pengunduran diri TGB disebabkan pilihan politiknya yang mendukung Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan kepemimpinan dua periode. Langkah tersebut dianggap telah mendahului keputusan partai terkait hal yang sangat kursial yaitu pilpres. Adapun Partai Demokrat sampai saat ini belum menentukan arahnya dalam Pilpres 2019.

"Partai Demokrat meyakini figur sebaik beliau pantas mendapat kesempatan berkarir pada tingkat nasional," tutur Rachland.

Baca juga: TGB Mundur dari Demokrat Kala Jokowi Kantongi Satu Cawapres

Pekan lalu surat pengunduran diri sudah disampaikan oleh TGB kepada Amir Syamsudin selaku Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat. Kemudian TGB dan Amir sepakat bahwa hal pengunduran tersebut tidak akan disampaikan ke publik sebelum surat diterima oleh Ketua Partai Demokrat. Pada Senin (23/7) sore Amir menyampaikan kepada TGB bahwa surat pengunduran sudah disampaikan via ADC Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kepada Republika.co.id, Senin (23/7) malam, TGB menyatakan alasannya mundur karena alasan pribadi. "Benar. Saya mundur dari Demokrat. Karena alasan pribadi," kata TGB melalui pesan singkatnya yang diterima Republika.co.id, Senin (23/7).

Baca juga: TGB Mengundurkan Diri, Demokrat: Biar Leluasa Dukung Jokowi

Sekitar tiga pekan lalu, TGB pernah menyatakan mendukung Jokowi untuk dua periode. TGB menyampaikan, pernyataan tersebut dilandaskan berdasadkan sejumlah pertimbangan. "Semata karena pertimbangan maslahat bangsa, umat, dan akal sehat agar pembangunan yang tengah berjalan di seluruh penjuru bisa dituntaskan dengan maksimal sesuai hajat masyarakat," ujar TGB, Kamis (5/7).

TGB yang sudah dua periode menjabat sebagai Gubernur NTB sejak 2008 menilai, proses pembangunan membutuhkan waktu yang tidak singkat. "Pengalaman saya di NTB, tidak cukup satu periode untuk menuntaskan tugas-tugas besar membangun daerah, apalagi membangun Indonesia yang sangat luas dan kompleks ini," ungkap TGB.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA