Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Rencana Rusia untuk 95 Lapangan Bekas Piala Dunia

Kamis 19 Jul 2018 12:19 WIB

Rep: Frederikus Bata / Red: Hazliansyah

  Pesta pembukaan Piala Dunia 2018 yang digelar di Stadion Luzhniki, Moskow, Kamis (14/6).

Pesta pembukaan Piala Dunia 2018 yang digelar di Stadion Luzhniki, Moskow, Kamis (14/6).

Foto: AP/Victor Caivano
Total pemerintah Rusia membangun 12 stadion dan 95 lapangan sepak bola

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Pembangunan besar-besaran dilakukan Rusia untuk menyambut Piala Dunia 2018. Wakil Perdana Menteri Rusia, Olga Golodets menyebut, total ada 269 fasilitas terbangun.

Ia merincikan, di antaranya ada 12 stadion dan 95 lapangan latihan pelatihan baru. Lalu pertanyaanya, akan difungsikan untuk apa semua fasilitas itu? 

Golodets, seperti dilansir dari fourfourtwo, kamis (19/7) mengatakan, sebanyak 64 unit dari fasilitas tersebut bakal direkonstruksi untuk pengembangan sepak bola usia dini.

"Jadi ini adalah warisan Piala Dunia," kata Golodets usai pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin. 

Selain stadion dan lapangan latihan, juga bandara. Terdapat 11 bandara yang direnovasi, dan satu dibangun baru, yakni di Rostov.

"Bandara baru meningkatkan arus lalulintas penumpang tiga kali lipat di kota-kota tuan rumah Piala Dunia," ujar Golodets.

Ia menambahkan, sisi pariwisata juga terdampak. Ia berharap perbaikan infrastruktur menciptakan kestabilan arus wistawan baru, baik dari dalam maupun luar negeri.

Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) menyatakan Rusia sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Hal ini menepis semua isu negatif perihal kondisi negeri Beruang Merah sebelum turnamen berlangsung.

Dengan terbangunnya citra positif tersebut, maka menghadirkan rasa nyaman bagi para pengunjung yang datang. Ini makin terbantu dengan lengkapnya fasilitas transportasi selepas Piala Dunia.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA