Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Sharing Session Revolusi Mental Ajak Sehat Bermedsos

Rabu 18 Jul 2018 07:05 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Api Asian Games 2018 yang baru saja tiba di DI Yogyakaeta setelah diterbangkan dari New Delhi, Selasa (17/7).  Api dilindungi lentera berwarna emas dan diinapkan satu hari di Museum Dirgantara, Lanud Adi Sutjipto, DI Yogyakarta.

Api Asian Games 2018 yang baru saja tiba di DI Yogyakaeta setelah diterbangkan dari New Delhi, Selasa (17/7). Api dilindungi lentera berwarna emas dan diinapkan satu hari di Museum Dirgantara, Lanud Adi Sutjipto, DI Yogyakarta.

Foto: Republika/Wahyu Suryana
Warganet membutuhkan pengetahuan mengenai etika penggunaan media sosial yang baik.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Sharing Session Revolusi Mental dalam Semarak Asian Games 2018 bersama para warganet yang dilaksanakan oleh Sekretariat Revolusi Mental Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) berhasil mencetak trending topic nomor satu dengan tagar #AG18AyoBerubahJateng. Netizen juga mengapresiasi sharing session ini.

“Menurut saya sharing session ini sangat bermanfaat untuk dapat belajar dan berbagi pengalaman bersama netizen lainnya serta untuk semakin memahami penggunaan media sosial secara positif,” kata salah satu warganet Dewi.

Penggunaan media sosial saat ini sudah sangat bebas dan tanpa batas. Maka dari itu, warganet membutuhkan pengetahuan mengenai etika penggunaan media sosial yang baik. “Dan hal ini saya dapatkan melalui sharing session yang dilakukan oleh Kemenko PMK,” kata Dewi.

Warganet Berperan Viralkan Semangat Asian Games 2018

Dewi antusias ketika ditanya mengenai materi optimalisasi penggunaan media sosial. “Menurut saya materi inilah yang sangat penting. Konten media sosial harus positif dan tidak kaku dalam penggunaan bahasa sehingga dapat dengan mudah dipahami” kata Dewi.

Selanjutnya, dengan ikut serta dalam sharing session ini, Dewi mendapatkan dua manfaat sekaligus yang nantinya akan ia impelementasikan sebagai seorang warganet. “Di satu sisi kita dapat mempromosikan Asian Games 2018 dengan cara memviralkan semarak Asian Games 2018 melalui tweet dan juga dapat merubah pola pikir sesuai dengan nilai-nilai revolusi mental” kata dia.

Dewi yang juga seorang dosen ilmu komunikasi memandang nilai-nilai revolusi mental dapat terlihat dari berbagai hal yang sederhana. Menurut dia, revolusi mental dapat dimulai dari hal-hal kecil. Misalnya buang sampah pada tempatnya dan melestarikan air. Selain itu, revolusi mental juga mencakup keikutsertaan kita menyemarakkan Asian Games 2018.

Berbicara mengenai Asian Games 2018, sebagai seorang netizen Dewi akan ikut mempromosikan gelaran bergengsi ini. Selain itu, Dewi juga akan ikut menonton para atlet Indonesia yang berjuang mengharumkan nama bangsa.

“Kemudian kita tularkan semangat positif melalui media sosial salah satunya dengan meretweet pesan positif mengenai Asian Games 2018," kata dia.

Terakhir, Dewi berharap agar banyak atlet Indonesia yang berprestasi sehingga Indonesia Raya dapat berkumandang di Asian Games 2018. “Semoga para atlet Indonesia banyak yang juara,” harapnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA