Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Pesta Prancis Diwarnai Mobil Terbalik Hingga Jendela Pecah

Selasa 17 Jul 2018 11:42 WIB

Red: Didi Purwadi

Suporter Prancis langsung berpesta merayakan kemenangan timnya atas Kroasia di partai final Piala Dunia 2018 di Paris, Prancis, Ahad (15/7).

Suporter Prancis langsung berpesta merayakan kemenangan timnya atas Kroasia di partai final Piala Dunia 2018 di Paris, Prancis, Ahad (15/7).

Foto: EPA-EFE/Gillaume Horcajuelo
Presiden Emmanuel Macron menggelar jamuan untuk menyambut para pahlawan Prancis.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Prancis berpesta merayakan kemenangan timnas Prancis menjuarai Piala Dunia 2018. Sejak Ahad usai mengalahkan Kroasia 4-2 di partai final, pesta sudah digelar hingga Selasa (17/7) ketika skuad Didier Deschamps telah kembali pulang di Paris.

Pada Ahad (15/7) malam, lapangan Champs Elysees yang luasnya 2 km persegi dipenuhi suporter Prancis yang larut dalam euforia. Arc de Triomphe dan Place de la Concorde yang juga luas, berubah menjadi lautan manusia.

''Mereka melambaikan bendera merah, putih dan biru, menyalakan petasan dan meniup peluit sampai pagi,'' sebut laporan Reuters.

Pada Seninnya, efek-efeknya masih terlihat. Sejumlah jendela pecah, mobil terbalik dan grafiti tertulis di sana-sini. Termasuk frasa "Liberte, Egalite, Mbappe", referensi untuk semboyan nasional "Liberte, Egalite, Fraternite".

Pesta pun berlanjut ketika penggawa Timnas Prancis tiba pada Selasa ini. Kehadiran mereka disambut suporter yang sudah menanti di bandara Charles de Gaulle. Sebuah parade menuju Champs Elysees digelar untuk membawa Hugo Lloris dan kawan-kawan berkeliling dengan menggunakan bus yang atapnya terbuka.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pun menggelar jamuan untuk menyambut para pahlawan Prancis di Rusia kemarin. Bagi Macron yang menjadi presiden tahun lalu pada usia 39 tahun dengan membawa gerakan politiknya menuju kemenangan melawan rintangan, keberhasilan tim sepak bola itu kemungkinan akan memiliki dampak positif setelah kemerosotan popularitasnya dalam jajak pendapat.

Demam 'pesta kemenangan' tidak hanya terjadi di Paris. Dari selatan Nice dan Marseille ke Lille di utara, Nantes di barat dan sejumlah kota dan kota lain di antaranya, stasiun TV penuh dengan gambar penggemar berpakaian merah, putih dan biru bernyanyi di jalan dan alun-alun.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA