Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Obama Resmikan Pusat Olah Raga di Kampung Halaman Ayahnya

Selasa 17 Jul 2018 10:37 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Bilal Ramadhan

Barack Obama

Barack Obama

Foto: Esquire
Obama mengaku senang bisa kembali di tempat ayahnya berasal

REPUBLIKA.CO.ID, NAIROBI -- Mantan Presiden AS Barack Obama berkunjung ke Kenya barat untuk meresmikan pusat olah raga dan kejuruan baru. Kedatangannya pada Senin (16/7) waktu setempat disambut antusias oleh warga Kogelo, Siaya. Pusat kegiatan itu akan membantu ribuan pemuda dari 14 sampai 25 tahun.

Obama mengaku senang bisa kembali di tempat ayahnya berasal. "Senang bisa kembali ke rumah," kata Obama dilansir Anadolu Agency, Selasa (17/7).

Obama juga menjelaskan, pusat kejuruan tersebut juga akan memiliki laboratorium komputer, perpustakaan dan lapangan basket di antara fasilitas olahraga lainnya. Saat berkeliling, dia melihat harapan bahwa anak-anak muda di sana bisa menjadi sesuatu yang lebih besar.

"Orang-orang muda belajar di sini dan tumbuh di sini, seorang pemuda Kenya tidak harus melakukan apa yang dilakukan kakek saya dan melayani seorang tuan asing," ujarnya.

Sauti Kuu Foundation, lanjut Obama, yang di dalamnya ada 800 orang muda akan memberikan para pemuda keterampilan seperti pertukangan kayu, pertanian, pekerjaan logam, dan teknik untuk membantu mereka mendapatkan mata pencahariannya sendiri. "Di sini kami akan memperkuat pendidikan mereka, kami akan membantu mereka mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," katanya.

Adik Obama, Auma Obama, yang mengelola pusat pelatihan kejuruan, mengatakan ingin memberikan para pemuda pilihan agar mereka dapat meningkatkan kehidupan mereka. "Kami di sini untuk menemukan solusi realistis untuk mengembangkan kelompok kami, kami juga akan melakukan ini di seluruh negeri dan di seluruh Afrika," ujarnya.

Kegiatan peresmian dihadiri oleh nenek Obama, Sarah Obama, yang kini telah berusia 95 tahun, dan Penyanyi Afrika Selatan Yvonne Chaka Chaka. Yvonne mengatakan Afrika bukan benua gelap karena semua orang berpikir. "Saya pikir kita hanya perlu mengelolanya," katanya.

Obama juga bertemu dengan pemimpin Kenya Uhuru Kenyatta dan pemimpin oposisi Raila Odinga di mana dia berterima kasih kepada mereka karena setuju untuk bekerja sama membangun Kenya, mengakhiri kekerasan pascapemilu yang disaksikan awal tahun ini.

Keesokan harinya, yakni Selasa (17/7) waktu setempat, Obama diatur untuk terbang ke Afrika Selatan untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA