Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Unisba Targetkan Tahun Depan Bisa Miliki Prodi Jurnalistik

Senin 16 Jul 2018 18:40 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Esthi Maharani

Unisba

Unisba

Unisba ingin dirikan prodi Jurnalistik, manajemen komunikasi, dan public relations.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Universitas islam Bandung ( unisba ), terus berupaya menambah program studi untuk menjawab kebutuhan di masyarakat. Ketua Panitia Milad Fakultas Ilmu Komunikasi ( fikom ), Tresna Wiwitan, Fikom Unisba sudah memasuki usia ke 35 tahun tapi masih banyak memiliki mimpi yang belum tercapai. Salah satunya, ingin mendirikan Program studi (Prodi) Jurnalistik, manajemen komunikasi, dan public relations.

"Sekarang, di Fikom Unisba baru ada satu prodi yaitu Ilmu Komunikasi. Mimpi kami ingin mendirikan prodi PR, manajemen komunikasi dan jurnalistik," ujar Wiwit kepada wartawan di acara Sidang Terbuka Senat Unisba Memperingati Milad ke 35 tahun, Senin (16/7).

Wiwit menjelaskan, saat ini Unisba sudah memiliki Jurnalistik tapi baru bidang kajian saja belum menjadi Prodi. Begitu juga, dengan manajemen komunikasi dan public relations.

"Kalau kajian kan masih terbatas. Kalau sudah berbentuk prodi lebih leluasa. Nanti mahasiswa baru juga bisa memilih langsung Prodi junalistik," katanya.

Menurut Wiwit, dari sisi kesiapan tim pengajar sebenarnya Unisba sudah sangat siap sejak lama. Karena, untuk Jurnalistik sudah ada satu guru besar. Begitu juga, dengan Public relations sudah ada dua orang guru besar. Wiwit mengakui, untuk mendirikan Prodi tersebut pihaknya memang memiliki banyak kendala. Di antaranya, masalah pendanaan, guru besar, izin Dikti dan lainnya.

Saat ini, kata dia, tantangan Fikom ke depan memang cukup berat. Karena, Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang membuka jurusan ilmu komunikasi semakin banyak. Namun, Unisba terus berusaha menonjolkan keunggulan yang ada. Saat ini, kata dia, Fikom Unisba memiliki  7 laboratorium. Di antaranya, laboratorium radio, fotografi, desain grafis, simulasi kominikasi dan lainnya.

"Konsep pembelajaran kami, 40 persen teori dan  60 persen praktik makanya kami terus berusaha untuk melengkapi laboratorium," katanya.

Sementara menurut Rektor Unisba, Edi Setiadi, Unisba ingin menuntaskan kebutuhan umat dengan semua keilmuan yang ada. Karena, ke depan tantangannya akan semakin besar. Namun, Edi bersyukur selama ini Fikom Unisba sudah menorehkan banyak prestasi.

"Saran saya ke depan Fikom dan fakultas dakwah bisa menyatukan kurikulum. Sehigga bisa mewujudkan ilmu yang komperhensif agar hasilnya maksimal untuk berkontribusi pada umat," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA