Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Penyaluran KUR BNI Mencapai 65 Persen

Ahad 15 Jul 2018 17:54 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya

Petugas sedang berbincang dengan debitur di kantor penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BNI. ilustrasi

Petugas sedang berbincang dengan debitur di kantor penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BNI. ilustrasi

Foto: Tahta Aidilla/Republika
Target KUR BNI tahun ini sebesar Rp 13,5 triliun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menyatakan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus meningkat. Sampai kuartal II 2018, perseroan telah menyalurkan KUR sebanyak 65 persen dari target.

Target KUR BNI tahun ini sebesar Rp 13,5 triliun. "Prosentase ini, pencapaiannya tertinggi di antara bank-bank penyalur KUR," ujar Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto kepada Republika, Ahad (15/7).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, meski tren suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) tengah naik, namun bunga KUR belum berubah. Sampai sekarang, pemerintah masih menetapkannya sebesar tujuh persen.

Baca juga, BNI Syariah Targetkan Naik Kelas Tahun Depan

Maka, bank perlu melakukan efisiensi dalam penyaluran KUR. "Efisiensi dan kecepatan dalam penyaluran dan kecepatan dalam penyaluran kita upayakan dengan tetap memperhatikan kualitas kredit," jelas Catur.

Efisiensi serta kecepatan, kata dia, dilakukan melalui penggarapan sistem cluster, pemanfaatan teknologi aplikasi, serta sistem scoring. "Kami juga memanfaatkan value chain dengan nasabah menengah maupun korporasi," tuturnya.

Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta menambahkan, kualitas (penyaluran KUR) juga baik. "Ditambah bunganya sekarang relatif masih cukup efisien," katanya.

Sebagai informasi, per Mei 2018, pemerintah mencatat realisasi penyaluran KUR sebesar Rp 57,61 triliun ke 2,2 juta debitur. Adapun target KUR sepanjang 2018 yakni mencapai Rp 120 triliun.

Sampai Kuartal II 2018, Penyaluran KUR BNI Capai 65 Persen
 
 
JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menyatakan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus meningkat. Sampai kuartal II 2018, perseroan telah menyalurkan KUR sebanyak 65 persen dari target. 
 
Target KUR BNI tahun ini pun sebesar Rp 13,5 triliun. "Prosentase ini, pencapaiannya tertinggi di antara bank-bank penyalur KUR," ujar Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto kepada Republika, Ahad, (15/7). 
 
Lebih lanjut, ia menjelaskan, meski tren suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) tengah naik, namun bunga KUR belum berubah. Sampai sekarang, pemerintah masih menetapkannya sebesar tujuh persen. 
 
Maka, bank perlu melakukan efisiensi dalam penyaluran KUR. "Efisiensi dan kecepatan dalam penyaluran dan kecepatan dalam penyaluran kita upayakan dengan tetap memperhatikan kualitas kredit," jelas Catur. 
 
Efisiensi serta kecepatan, kata dia, dilakukan melalui penggarapan sistem cluster, pemanfaatan teknologi aplikasi, serta sistem scoring. "Kami juga memanfaatkan value chain dengan nasabah menengah maupun korporasi," tuturnya. 
 
Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta menambahkan, kualitas (penyaluran KUR) juga baik. "Ditambah bunganya sekarang relatif masih cukup efisien," katanya. 
 
Sebagai informasi, per Mei 2018, pemerintah mencatat realisasi penyaluran KUR sebesar Rp 57,61 triliun ke 2,2 juta debitur. Adapun target KUR sepanjang 2018 yakni mencapai Rp 120 triliun. (Iit Septyaningsih) 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA