Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Memadukan 'Jalan Kalla' dengan Cara Berpikir Suprarasional

Sabtu 14 Jul 2018 00:15 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Guru-guru SD Islam Athirah Makassar mendapat pelatihan suprarasional.

Guru-guru SD Islam Athirah Makassar mendapat pelatihan suprarasional.

Foto: KPM
Athirah sudah menerapkan program 'Jalan Kalla' yang mengusung 'Kerja Ibadah'

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Nuansa berbeda terlihat disela-sela program kegiatan awal tahun ajaran baru yang dihelat SD Islam Athirah Makassar. Lembaga pendidikan yang berkedudukan di Jalan Kajaolalido No. 22, Makasar-Sulawesi Selatan, menggelar training motivasi cara berpikir suprarasional kepada 400 guru Sekolah Islam Athirah, Kamis (12/7).

Kegiatan ini menghadirkan motivator suprarasional, Raden Ridwan Hasan Saputra. Ridwan beberapa hari lalu tiba di Indonesia, setelah menjadi team leader Indonesia-Klinik Pendidikan MIPA dalam ajang kompetisi Internasional di Bulgaria, memberikan motivasi kiat sukses ala cara berpikir suprarasional kepada para tenaga pendidik.

Direktur Sekolah Islam Athirah, H. Syamril, menjelaskan ihwal dari tujuan pelatihan tersebut. Selama ini, kata dia, di Athirah sudah menerapkan program 'Jalan Kalla' yang mengusung 'Kerja Ibadah', dengan mengamalkan 10 sunah Rasul. Di antaranya yaitu salat berjamaah, salat duha, salat rawatib, infak, puasa senin kamis, dan sebagainya.

photo
Guru-guru SD Islam Athirah Makassar mendapat pelatihan suprarasional.

“Seiring berjalannya program 'Jalan Kalla', dikembangkan model iman, ilmu, amal dalam bingkai 5B, yaitu: beribadah, belajar, bekerja, berkarya, dan berbagi. Semua model tersebut disistematisasi dalam manajemen dan program kerja. Untuk menjalankan itu semua, maka diperlukan pola pikir yang membangun motivasi dengan penuh kesadaran. Pola pikir yang sangat tepat adalah cara berpikir suprarasional. Itulah tujuan diadakannya pelatihan ini,” ujar Syamril.

Syamril memberikan apresiasi atas kehadiran narasumber. KMenurut dua, ilmu suprarasional ini mudah untuk dipahami bahkan peserta pun antusias untuk menyimak kajian di acara pelatihan ini. Dia menegaskan akan menindaklanjuti program ini melalui sistem buku kontrol 'Jalan Kalla' dengan menguatkan komitmen secara berjamaah, memonitor secara berkala, agar mendayagunakan tiga antena kehidupan (akal, hati, dan panca indera) dalam kehidupan sehari-hari.

Pasca digelarnya pelatihan suprarasional untuk guru, Sekolah Islam Athirah merencanakan pelatihan ini kepada orang tua siswa agar visi-misi yang dibangun sekolah dapat dipahami dan selaras dengan kepentingan orang tua siswa.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA