Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Tai Tzu Ying Juara, Cina 'Puasa' Gelar

Ahad 08 Jul 2018 15:39 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Pebulu tangkis tunggal puteri Taiwan Tai Tzu Ying mengembalikan kok kearah lawannya pebulu tangkis Cina HE Bingjiao dalam babak semi final Blibli Indonesia Open 2018 di Jakarta, Sabtu (7/7).

Pebulu tangkis tunggal puteri Taiwan Tai Tzu Ying mengembalikan kok kearah lawannya pebulu tangkis Cina HE Bingjiao dalam babak semi final Blibli Indonesia Open 2018 di Jakarta, Sabtu (7/7).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Chen Yufei merupakan satu-satunya wakil Cina di babak final

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemain tunggal putri unggulan pertama dari Cina Taipei, Tai Tzu Ying menjadi juara di turnamen Blibli Indonesia Open 2018 Super 1000. Di babak final, Tai Tzu Ying mengalahkan pemain unggulan tiga dari Cina, Chen Yufei dalam pertandingan tiga gim, Ahad (8/7).

Gim pertama, Chen mampu mengimbangi permainan Tai Tzu Ying yang cepat. Chen juga terlihat unggul dalam bola-bola depan. Pertandingan berjalan ketat hingga deuce dua kali dan gim pertama direbut Chen dengan 21-23.

Seolah belajar dari kesalahan di gim pertama, Tai bermain lebih rapi di gim kedua. Hal ini sangat merepotkan barisan pertahanan Chen. Tai unggul dari 6-0 dan 9-3. Chen mampu menempel perolehan angka Tai dengan 10-10. Usai jeda 11-10, perolehan angka Tai tidak terkejar dan mencuri gim kedua dengan 21-15.

Di gim yang menentukan, perolehan angka yang ketat hanya sampai 2-2. Setelahnya, Tai mendominasi jalannya pertandingan. Sedangkan Chen terlihat kerap melakukan kesalahan sendiri. Tai terus unggul dari 11-11-4 dan memenangkan pertandingan dengan 21-9.

"Saya melakukan banyak kesalahan. Jadi tidaka puas dengan permainan hari ini," kata Tai Tzu Ying yang ditemui usai pertandingan.

Tai menambahkan di gim pertama memang ada sedikit masalah dalam kontrol bola. Namun ia mengakui banyaknya dukungan yang diberikan penonton di Istora Senayan sangat membantunya.

"Saya sangat senang bisa juara lagi setelah 2015 (di Indonesia Open). Saya sangat senang, apalagi Agustus nanti akan ke sini lagi (untuk Asian Games 2018)," ujarnya.

Sementara itu, Chen mengatakan di gim pertama strateginya berjalan dengan baik. Akan tetapi kecepatan dan kekuatannya menurun di gim kedua dan ketiga. "Saya tidak terpengaruh kepada penonton, masalah di diri sendiri. Masalah kecepatan, agak turun," jelas Chen.

Dengan kekalahan ini, maka Cina tidak memperoleh gelar satu pun di turnamen Indonesia Open tahun ini. Karena Chen Yufei merupakan satu-satunya wakil Cina di babak final.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA