Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Empat Syarat 30 Menit Lancar Baca Alquran

Sabtu 07 Jul 2018 16:23 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Ani Nursalikah

Kegiatan 30 Menit Lancar Baca Alquran di Gedung Harian Republika.

Kegiatan 30 Menit Lancar Baca Alquran di Gedung Harian Republika.

Foto: Republika/Inas Widyanuratikah
Ia meminta peserta fokus memperhatikan teori yang disampaikan di papan tulis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Republika kembali menggelar kegiatan “30 Menit Lancar Baca Alquran” angkatan ke-80, Sabtu (7/7). Ustaz Achmad Farid Hasan yang menjadi pengasuh kegiatan tersebut menyebut ada empat syarat metode belajar singkat dan bisa langsung dipraktikkan dalam membaca Alquran.

“Ada empat syarat menyimak belajar 30 Menit Lancar Baca Alquran,” kata dia di Kantor Republika, Jakarta, Sabtu (7/7).

Pertama, peserta harus fokus selama 30 menit. Namun, bagi yang berusia di atas 60 tahun butuh waktu belajar satu jam fokus.

“Mohon fokus jangan pikirkan apa pun. Hal yang mengalihkan konsentrasi, jangan dipikirkan dulu,” ujar dia saat membuka kegiatan belajar tersebut.

Ia meminta peserta fokus memperhatikan teori yang disampaikan di papan tulis. Apabila ada peserta ingin menulis, ia tak melarang. Namun, menurutnya hanya dengan memperhatikan papan tulis sudah cukup untuk belajar.

Ustaz Farid menggaransi dalam waktu 30 menit, peserta bisa mengenal huruf dan tanda baca di Alquran. Ia juga memberi garansi belajar ulang sampai kapan pun secara gratis apabila ada peserta yang masih belum bisa.

“Sebab, ini metode terlalu mudah,” ujar dia.

Syarat kedua, peserta belajar tidak boleh mengantuk. Ketiga, belajar harus karena kemauan sendiri atau bukan paksaan orang lain. Keempat, harus bisa membaca huruf latin alias tak boleh buta huruf sebab semua huruf Alquran ada latinnya.

Ustaz Farid mengatakan sudah merumuskan teori belajar tersebut dalam tiga lembar kertas folio. Masing-masing untuk huruf, tanda baca, dan praktik membaca Alquran.

Sebelum belajar, ia meyakinkan peserta metodenya sudah digunakan selama 18 tahun atau sejak 2000. “Selama 18 tahun semua bisa. Ada yang kurang berhasil, bukan faktor manusianya, tapi saat belajar, dia ngantuk atau tidur,” ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA