Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Greysia/Apriyani: Ganda Jepang Lebih Dewasa Hadapi Tekanan

Jumat 06 Jul 2018 19:54 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu

Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu

Foto: Humas PBSI
Greysia/Apriano akui kurang fokus dan konsentrasi di poin-poin kritis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu tak kuasa menahan laju unggulan kedua asal Jepang, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota pada babak perempat final Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000. Dalam dua gim langsung, Greysia/Apriyani menyerah dengan skor 14-21, 20-22, Jumat (6/7).

Ini merupakan kekalahan pertama yang dialami Greysia/Apriyani atas ganda putri pasangan rangking tiga dunia tersebut. Dalam dua pertemuan sebelumnya, Greysia/Apriyani selalu berhasil memetik kemenangan.

Greysia/Apriyani sebetulnya berpeluang besar untuk 'memperpanjang nafas' ke game ketiga saat kedudukan game point 20-17 di game kedua. Sayangnya, lima poin berturut-turut yang diraih Fukushima/Hirota membuat pasangan Indonesia kehilangan kesempatan.

"Kami tahu kalau ganda putri Jepang sedang menanjak, terutama ketenangan di lapangan, mereka sangat dewasa menanggapi tiap tekanan di pertandingan kali ini. Dari segi teknik sama imbang, tapi kali ini mereka lebih dewasa. Kami ingin perbaiki lagi, supaya kami lebih dewasa," tutur Greysia.

"Sebetulnya kami sudah mempersiapkan pola permainan sebelum bertanding, tetapi keadaan di lapangan yang membuat kami tak bisa (menerapkan). Mungkin kami kurang fokus dan konsentrasi di poin-poin akhir," ungkap Apriyani usai pertandingan.

Hasil di Indonesia Open akan menjadi bahan evaluasi untuk Greysia/Apriyani bersama sang pelatih, Eng Hian. Dua kejuaraan penting akan diikuti Greysia/Apriyani, di antaranya Kejuaraan Dunia 2018 dan Asian Games 2018.

"Kami selalu evaluasi, tetapi tidak mau berpikir terlalu jauh, Indonesia Open ini dulu yang menjadi evaluasi kami. Kami mau jaga ekspektasi yang pas, tidak terlalu berlebih tapi nggak kekurangan semangat juga. Kami selalu berharap yang terbaik di kejuaraan yang besar," tambahnya.

"Sebetulnya tiap atlet kondisinya tidak ada yang 100 persen karena sudah over use. Semua atlet tiap masuk lapangan sudah kesakitan, kami jaga supaya tidak terlalu berlebihan dalam bergerak, supaya tidak cedera," ungkap Greysia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA