Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Dehidrasi Buat Orang Sulit Berpikir Jernih

Jumat 06 Jul 2018 14:19 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Dwi Murdaningsih

Dehidrasi (ilustrasi)

Dehidrasi (ilustrasi)

Foto: MenHealth
Dehidrasi menyebabkan membuat keputusan menjadi lambat.

REPUBLIKA.CO.ID, GEORGIA -- Para peneliti menemukan hubungan antara dehidrasi dan kemampuan kognitif manusia. Mereka menyebut, dehidrasi dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk berpikir jernih.

Dilansir di Reuters, para peneliti menemukan, atlet yang kehilangan cairan yang setara dengan 2 persen dari berat badan, akan memengaruhi kemampuan kognitif mereka. Menurut laporan di Medicine & Science di Sports & Exercise, tingkat dehidrasi ringan sampai sedang, dapat menyebabkan masalah perhatian dan gangguan pengambilan keputusan.

Para peneliti menjelaskan, secara khusus dehidrasi menyebabkan kerusakan dalam pekerjaan yang membutuhkan perhatian. Pekerjaan itu seperti koordinasi motorik, dan juga pekerjaan dengan fungsi eksekutif, yang mencakup hal-hal, seperti pengenalan peta serta penalaran gramatikal.

Hindari Ini Sebelum Berolahraga Berat

Direktur laboratorium fisiologi di Georgia Institute of Technology, Mindy Millard-Stafford, mengatakan, sama seperti sel otot yang membutuhkan air, maka sel-sel di otak juga membutuhkan air. Millard-Stafford menambahkan, terutama bagi orang-orang yang bekerja di luar dengan suasana terik panas, dehidrasi juga meningkat meski dampaknya tidak mencapai kehilangan 2 persen cairan tubuh.

Penelitian sebelumnya menghasilkan temuan campuran, yang kemungkinan disebabkan penelitian itu didasarkan pada sejumlah kecil subjek. Kemudian Millard-Stafford memutuskan untuk melakukan metaanalisis, yang merupakan suatu pendekatan yang menggabungkan data dari banyak penelitian yang lebih kecil.

Setelah menjelajahi literatur medis, para peneliti menemukan sebanyak 33 penelitian yang melibatkan total 413 orang dewasa. Peserta kehilangan cairan sebesar 1 hingga 6 persen dari massa tubuh mereka, baik melalui olahraga saja, olahraga ditambah dengan panas, panas saja, atau pembatasan cairan.

Penelitian ini mungkin sangat tepat karena banyak negara menderita melalui gelombang panas. Hasil penelitian ini mengingatkan para atlet yang lebih berdedikasi tentang pentingnya menjaga diri terhidrasi.

"Saya pikir ini memperkuat sesuatu yang kami pikir benar," kata seorang profesor pengobatan darurat di University of Pittsburgh School of Medicine, Dr Ronald Roth.

Dia menjelaskan, penelitian ini menekankan, semakin seseorang mengalami dehidrasi, maka semakin kurang tajam diri orang tersebut, dan kemampuan membuat keputusan juga hilang lebih cepat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA